Kabargolkar.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono tengah menunggu kerja dari tim cepat tanggap atau emergency response team bentukan Presiden Joko Widodo. Tim dibentuk usai marak serangan siber oleh peretas yang menamakan dirinya Bjorka.
“Presiden sudah bertindak dengan tepat dengan membentuk tim reaksi cepatnya. Ini yang kita tunggu, rancangan kerjanya apa. Karena namanya tim reaksi cepat, jadi dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, sudah harus ada hasilnya. Sudah harus diketemukan titiknya dimana, siapa pelakunya, bagaimana cara mengatasinya. Supaya jangan terus menerus ini kejadian,” kata Dave, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Dave mengungkap, dalam dua bulan terakhir ini sudah ada beberapa data yang mengalami kebocoran yang dilakukan peretas. Namun, dia tak menjelaskan secara rinci data apa saja yang mengalami kebocoran tersebut.
"Kalau yang karakter Bjorka ini, ya kita enggak tahu, saya belum tahu secara pribadi ini. Apakah ini berasal dari Indonesia atau di luar, dan dia ini apakah ada motif lainnya, agenda terpisah atau hanya untuk mengungkapkan kelemahan-kelemahan dari sistem pengamanan jaringan internet kita,” tuturnya.
Menurut Dave, adanya kebocoran data oleh Bjorka menunjukkan pertahanan negara yang lemah. Hanya saja, dirinya belum mengetahui secara persis data yang bocor berisi informasi berharga dan sensitif atau tidak.
“Karena dengan jumlah miliaran, hanya dijual puluhan ribu dollar. Jadi ya saya enggak tahu apakah data tersebut sangat sensitif dan bisa menyerang atau itu hanya data-data. Ini yang harus dilihat,” tukasnya.
Dengan sudah banyaknya kebocoran data, pihaknya mendesak pemerintah untuk bertindak cepat dalam menangani atau melakukan pengamanan jaringan.
”Pemerintah harus bertindak cepat untuk melakukan pengamanan jaringan. Kalau misalnya terus-terusan begini, pasti akan mengganggu pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya.