Kabargolkar.com - Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, mulai banyak kasus penyelewengan bahan bakar kendaraan bermotor tersebut di sejumlah daerah.
Legislator Golkar Robert Joppy Kardinal tak menampik, jika banyak oknum licik di Kota Sorong, Papua Barat, yang memainkan penyaluran BBM.
"Di Kota Sorong kan ada SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) itu khusus nelayan tapi itu juga dimainkan oleh oknum tidak bertanggungjawab," kata Robert saat dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini meyakini, adanya indikasi minyak untuk nelayan juga 'dimainkan'.
Selain itu, kata anggota Komisi X DPR ini, jatah minyak SPBN sering kali habis secara mendadak.
"Dugaan banyak pihak di bawa ke tempat lain. Padahal minyal SPBN itu khusus untuk nelayan," ucapnya.
"Karena itu bisnis paling gampang, misalnya, beli Rp 5000 dijual Rp 6000 ini kan mendapat keuntungan gampang saja," sambungnya.
Pria kelahiran Pulau Dom itu mengkhawatirkan, jika oknum yang 'memainkan' bensin nelayan ini adalah pihak yang mengawasi BBM.
"Jika benar ikut bermain, maka susah dilacak," tegasnya.
Ia berharap, kerja sama Pertamina dan kepolisian harus lebih sinergi. Guna memberantas para mafia minyak di Kota Sorong.
"Sudah seharusnya Pertamina dan kepolisian kerja sama berantas mafia minyak. Tapi kalau pelatih jadi pemain susah juga," tutupnya.