Kabargolkar.com - Legislator Mienial dari fraksi Golkar, Puteri Anetta Komarudin (Putkom) mengajak seluruh generasi milenial dan Gen Z, untuk tidak membenci lembaga pemerintahan.
Jika ingin menilai sesuatu, politikus muda Partai Golkar ini meminta generasi milenial dan Gen Z, untuk mendalami semua hal di dalam lembaga pemerintahan tersebut.
Putkom pun menjelaskan, alasan para generasi muda tak mempercayai parlemen, karena mereka tidak dilibatkan dalam proses yang terjadi di dalam DPR RI.
"Anak muda mau diwakili dengan anggota yang bersih dari korupsi, menggunakan anggaran dengan tepat sasaran dan punya strategi yang besar. Jadi, jika mereka merasa DPR sebagai salah satu lembaga tak mereprentasikan kriteria hal tersebut," ujar Putkom saat menjadi pembicara di acara IMGS 2022 stage Visionary Leaders, di The Tribrata, Jakarta, belum lama ini.
Oleh sebab itu, anggota Komisi XI DPR ini mengajak para anak muda untuk tidak apatis dengan lembaga pemerintahan.
"Alih-alih membenci DPR, kita harus tahu dana Rp3 ribu triliun itu diapakan. Sebenci-bencinya sama lembaga tersebut, kita juga harus tahu siapa aja orang yang ada di gedung itu. Anggaran pemilu besar, kalau kita golput sama aja kita buang-buang anggaran," tutup Putkom.
Diketahui, dalam acara Indonesia Millennial and Gen-Z Summit (IMGS) 2022, kali ini mengusung tema Indonesia Fast Forward.
Acara ini berlangsung 2 hari, 29-30 September 2022, di Tribrata Jakarta, dengan menghadirkan 3 stage, yakni Visionary Leaders by IDN Times, Future is Female by Popbela, dan Talent Trifecta by ICE.
IMGS 2022 menghadirkan 115 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial.
Ajang millennial dan Gen-Z terbesar di Tanah Air ini dihadiri lebih dari 4.000 future leader Indonesia. Dalam IMGS 2022, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Gen Z and Millennial Report 2022. Survei ini dikerjakan IDN Research Institute bekerja sama dengan Populix.
Survei ini digelar pada periode 27 Januari - 7 Maret 2022, dengan margin of error kurang dari 5 persen. Melalui survei yang melibatkan 1.000 responden di 12 kota dan daerah aglomerasi ini.