Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Lebih Hemat dan Murah, Legislator Golkar Ini Sarankan Teman Teman Ojol Gunakan BBG
  Nyoman Suardhika   26 Oktober 2022
Gredit Photo / Tribunnews

Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam mengusulkan, agar pemerintah mampu melakukan upaya konversi motor ojek online (ojol) ke Bahan Bahar Gas (BBG), dari bahan bakar minyak (BBM).

Anggota Komisi VII DPR ini menilai, jika seluruh ojol menggunakan BBG, pastinya akan jauh lebih murah dan ramah lingkungan.

Usulan itu, menurut Ridwan, merupakan langkah hemat di tengah kenaikan harga BBM bagi para ojol secara khusus.

Ridwan mengatakan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) perlu menargetkan ide konversi BBM ke BBG sesegera mungkin, untuk menyasar pengguna sepeda motor khususnya pengemudi Ojol.

Langkah itu, bagi Ridwan, untuk mengantisipasi pemborosan penggunaan BBM akibat kenaikan beberapa waktu lalu.

“Apalagi BBG lebih murah disertai sangat ramah lingkungan dengan RON 98, dan kita berharap masyarakat khususnya Ojol berminat dengan tawaran ini,” kata Ridwan dalam keterangan persnya, Selasa (25/10/2022).

“Masyarakat penggunaan kendaraan bermotor tak perlu beli motor yang baru, tapi cukup PGN yang bakal memodifikasi motor lama mereka ditambahkan sebuah alat tabung khusus pada pengisian BBG yang setara 4 liter BBM,” sambungnya.

Politisi senior Golkar asal Dapil Jawa Timur V ini mengungkapkan, program diversifikasi BBM ke BBG bisa segera terwujud agar pemasangan alat konversi oleh pihak PGN dilakukan untuk meningkatkan penghasilan sopir Ojol.

“Kita berharap, pada program diversifikasi BBM ke BBG ini bisa meningkatkan penghasilan kawan-kawan Ojol. Sebab, harga BBG lebih murah dari BBM yang mereka gunakan saat ini,” ucap Ridwan.

Alumni HMI ini mengabarkan, terkait  harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup tinggi belakangan ini, ditambah konflik Rusia-Ukraina menciptakan subsidi energi BBM melonjak drastis sangat membebani postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di dalam negeri.

“Program diversifikasi ini sudah lama diwacanakan, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mobil taksi. Apalagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta sudah banyak. Kita bahas hal ini setelah harga BBM mengalami kenaikan. Padahal, hal semacam ini yang perlu kita siapkan terlebih dahulu,” tutup Ridwan.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.