Kabargolkar.com - Pihak Komisi IX DPR RI telah bertekad membentuk Panitia Kerja (Panja) Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA).
Dari Panja Kasus GGAPA itu, Komisi IX DPR ini ingin meredam dan memperdalam penyebab penyakit tersebut, yang kini telah menyebabkan 178 anak meninggal dunia dan 325 kasus gagal ginjal akut per 1 November 2022.
Merespon sikap tegas Komisi IX DPR dalam hal tersebut, Legislator Golkar Dewi Asmara merasa adanya ketidaksepahaman, antara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dengan Kepala BPOM Penny Lukito mengenai penyebab gagal ginjal akut pada anak.
“Kalau saya melihat sejak awal, statement-nya Pak Menteri ini seolah-olah sudah menyatakan bahwa EG, DEG lah yang menjadi penyebab. Sementara BPOM bilang belum ada bukti yang sahih, bukti yang akurat bisa diukur bahwa ini penyebabnya,” kata Dewi dalam keterangan persnya, Jumat (4/11/2022).
Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Golkae ini menilai, perbedaan pandangan yang disampaikan Menkes dan Kepala BPOM tersebut justru akan membuat gaduh masyarakat.
Oleh karena itu, Dewi meminta pemerintah, untuk segera menemukan apa penyebab pasti penyakit gagal ginjal akut tersebut.
“Kalau memang belum ditemukan, temukan. Temukan, jangan praduga, yang namanya obat-obatan itu enggak boleh diduga-duga, harus yakin,” tegas Legislator Dapil Jawa Barat IV tersebut.
Tak sampai disitu, Dewi juga mempertanyakan pernyataan BPOM, terkait adanya perusahaan-perusahaan di dalam daftar merah instituainya.
“Apakah kurang pengawasan dari BPOM? Untuk obat obat yang sudah ada hanya di keluarkan sekali, contoh ada satu merk tertentu untuk obat anak yang dari dulu sudah kita gunakan mendadak sekarang jadi tidak aman dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat, apakah yang sudah punya izin edar di lakukan pengawasan berkala, supaya kita sebagai masyarakat benar benar aman?," tutup Dewi.
Sebelumnya diberitakan, Menkes Budi Gunadi mengklaim kasus gagal ginjal akut sudah mengalami penurunan drastis.
Penurunan itu disebabkan beberapa fakor, mulai dari pelarangan obat sirup mengandung cairan etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE) hingga mendatangkan antidotum atau obat penawar berupa Fomipizole yang diimpor dari luar negeri.
“Terjadi penurunan kematian yang sangat drastis setelah adanya obat dari Tomipizole ini,” kata Budi dalam paparannya di rapat kerja di Komisi IX DPR RI Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Hasil pertemuan ini, Komisi IX DPR RI sepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) untuk mengusut Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA).
Dewi Asmara juga menjadi salah satu anggota Komisi IX DPR RI yang mengusulkan pembentukan Panja saat mengikuti Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah, Sekjen Gabungan Perusahaan Farmasi Andreas Bayu Aji, hingga Direktur Eksekutif IPMG Inge Kusuma.