Dalam perjalanan panjang bersama Partai Golkar, Ace mengaku mendapatkan berbagai pengalaman yang membuat dirinya merasa semakin matang dalam berpolitik, diantaranya saat terjadi perpecahan dalam tubuh partai tersebut di tahun 2014-2015 lalu.
Sebagai sosok yang mendapatkan pendidikan agama sedari kecil, Ace sangat menyadari perpecahan itu dilarang dalam agama, sehingga dirinya bersama tokoh-tokoh muda Golkar lainnya berusaha untuk mempersatukan lagi.
“Jadi awal perpecahan itu terjadi saat Golkar mendukung Prabowo-Hatta, ada beberapa orang tokoh senior Golkar menyatakan mendukung Pak Jokowi dan Pak Yusuf Kalla. Saya sebenarnya masuk ke dalam kelompok yang mendukung Pak Jokowi-Kalla, dengan alasan Pak JK adalah kader Golkar,” terangnya.
Tetapi selesai Pilpres perpecahan itu semakin melebar, sampai kemudian terjadi dualisme. Sebagai orang muda, saya bersama Pak Agus Gumiwang dan teman-teman lainnya berpikir untuk menyatukan lagi. Itulah, setelah berkali-kali pertemuan dengan tokoh-tokoh senior itu. Alhamdulillah akhirnya bersatu lagi,” ujar mantan salah satu Juru Bicara Jokowi – Maruf Amin pada Pilpres 2019 lalu itu.
Memperjuangkan UU Pesantren
Keterikatan Ace Hasan yang sangat erat dengan dunia keagamaan, khususnya agama islam membuat dia akhirnya ditugaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk menjadi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, yang salah satunya membidangi masalah keagamaan.
Hal itu tidak disia-siakan oleh Ace, kesempatan itu dijadikannya untuk berbuat lebih banyak untuk agama, terutama untuk dunia pesantren, dimana dirinya terlahir di dunia tersebut.
Di periode inilah dari komisi tersebut lahir UU Pesantren yang memberikan pengakuan atas keberadaan pesantren-pesantren sebagai ruang pendidikan yang formal.
“Melalui perdebatan-perdebatan yang panjang, akhirnya UU Pesantren ini keluar. Dan ini adalah bentuk pengakuan atas eksistensi pesantren sebagai tempat pendidikan dan juga pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Ini sebuah langkah besar untuk perkembangan pesantren kedepan,” pungkas Kang Ace yang sudah memasuki periode ketiga berada di DPR RI ini.
Tidak terasa sudah satu jam menggali pemikiran dari seorang Dr. Tb. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si yang sarat dengan pengalaman dalam kancah politik Indonesia.
Rasanya jika pemuda-pemuda seperti Ace Hasan memenuhi dunia politik Indonesia, maka kita bisa berharap politik Indonesia akan semakin indah dan menarik, penuh kesantunan dan akan muncul keputusan-keputusan yang lebih memihak kepada masyarakat. (ruangpolitik.com)