Kabargolkar.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono atau akrab disapa Dave Laksono berpendapat, ada sejumah “PR” (pekerjaan rumah) bagi Laksamana Madya TNI Muhammad Ali yang baru dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang baru, menggantikan Laksamana Yudo Margono yang sudah dilantik Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Andhika Perkasa yang memasuki masa pensiun.
“Banyak hal yang menjadi kelanjutan ke depan, seperti peremajaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) TNI AL, pembangunan kesatuan tempur, peningkatan kemampuan prajurit di era digitalisasi, juga kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” ujarnya kepada KABNews.id, Rabu (28/12/2022), beberapa saat setelah pelantikan KSAL baru.
“Itu semua hal-hal yang wajib menjadi perhatian KSAL ke depan,” tambah putra mantan Ketua DPR RI Agung Laksono ini.
Untuk itu, katanya, pihaknya siap mendukung atau men-support dari sisi anggaran, terutama terkait peremajaan alutsista dan penigkatan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya, karena DPR punya hak “budgeting” (menyusun anggaran) bersama pemerintah. “Dari sisi anggaran insya allah akan kita support,” terangnya.
Catatan media ini, pembangunan kesatuan tempur dan peningkatan kemampuan prajurit terkait dengan profesionalisme, sedangkan profesianalisme tak mungkin tercapai tanpa kesejahteraan. Jadi, profesionalisme dan kesejahteraan itu ibarat dua sisi dari satu mata uang yang sama. “Profesionalisme dan kesejahteraan harus paralel,” tandas Dave Laksono.
Sebelumnya, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Muhammad Ali resmi dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang baru menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono yang telah dilantik menjadi Panglima TNI pada 19 Desember lalu. Ali sah menempati jabatan nomor satu di TNI AL usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip dari detik.com, pelantikan Ali sebagai KSAL digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2022). Hadir sejumlah pejabat dalam acara pelantikan itu, di antaranya Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud Md, Mensesneg Pratikno, Menhan Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal Dudung Abdurahman, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan pembacaan surat keputusan presiden mengenai pengangkatan Ali menjadi KSAL.
Jokowi kemudian memimpin pembacaan sumpah. Rohaniwan berdiri di dekat Ali. “Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian petikan sumpah yang dibacakan Ali.
Muhammad Ali merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989. Sejumlah jabatan penting pernah diemban Ali mulai dari Gubernur AAL, Asrena KSAL hingga terakhir Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I sebelum diangkat menjadi KSAL yang pangkatnya akan bertambah menjadi bintang empat atau Laksamana TNI. (kabnews.id)