Kabargolkar.com - Legislator Senayan asal Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menghimbau Bank Indonesia (BI), agar tidak hanya mencatat devisa negara Indonesia.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti surplus pada nilai ekspor selama tahun 2022, yang menembus Rp9.500 triliun.
Meski surplus, anggota Komisi XI DPR ini merasa bingung, karena capaian tersebut tak kunjung membuat cadangan devisa Indonesia menguat.
"Indonesia tengah membukukan surplus selama 31 bulan beruntun pada akhir 2022 dengan nilai ekspor mencapai US$ 609,1 miliar atau lebih dari Rp 9.500 triliun. Namun sayangnya, kondisi tersebut tidak lantas membuat cadangan devisa Indonesia menguat," kata Misbakhun dikutip dari akun Instagram pribadinya @mmisbakhun, Kamis (19/1/2023).
Misbakhun menilai, tak menguatnya cadangan devisa negara itu dikarenakan banyak eksportir yang 'doyan' menimbun dolar hasil ekspor.
"Hal ini dikarenakan masih banyaknya eksportir yang menyimpan dolar mereka di luar negeri ketimbang menyimpannya di bank lokal. Salah satu alasan eksportir tersebut adalah kelangkaan instrumen dolar AS di pasar keuangan Indonesia," ucap Misbakhun.
Lebih lanjut, Misbakhun mendukung langkah BI dan pemerintah Indonesia, dalam melakukan penguatan ekosistem dolar di Tanah Air.
"Semua itu untuk bisa menyaingi negara-negara lain. Salah satunya Singapura yang menjadi tempat favorit para eksportir memarkirkan dolar mereka," tutup Misbakhun.