Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Legislator Golkar Ini Yakin Kebijakan Hilirisasi Pertambangan Bakal Kuatkan Nilai Dagang Ekspor 2023
  Nyoman Suardhika   06 Februari 2023
Gredit Photo / Tribunnews

Kabargolkar.com - Legislator Golkar Mukhamad Misbakhun menilai, kebijakan hilirisasi pertambangan oleh pemerintah Indonesia memiliki tujuan mulia.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, hilirisasi pertambangan akan memberikan penguatan pada nilai dagang ekspor di tahun 2023 ini.

"Kebijakan hilirisasi pertambangan ditempuh agar ekspor Indonesia kuat di tahun 2023. Itu sangat tepat," kata Misbakhun dikutip dari akun Instagram pribadinya @mmisbakhun, Sabtu (4/2/2023).

Anggota Komisi XI DPR ini pun mengapresiasi langkah cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang meminta jajarannya lebih memperkuat nilai perdagangan ekspor Indonesia pada tahun 2023.

"Apalagi setelah di tahun 2022 lalu mengalami peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai ekspor mencapai USD268 miliar," ungkap Misbakhun.

Lebih lanjut, Misbakhun menegaskan, nilai ekspor dan kinerja ekonomi nasional di tahun 2022 sangat positif.

"Bahkan, kebijakan hilirisasi di sektor pertambangan ini akan menguatkan nilai ekspor Indonesia di tahun 2023," tutup Misbakhun.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menyusun peta jalan (roadmap) hilirisasi di Indonesia hingga 2040 ialah satu poin dari peta jalan itu, yakni hilirisasi membutuhkan investasi hingga US$ 545,3 miliar atau setara Rp 8.200 triliun dengan kurs Rp 15.200/US$ sampai tahun 2040.

Adapun 21 komoditas yang ditetapkan Pemerintah Indonesia untuk dilakukan hilirisasi itu, yakni batu bara, nikel, timah, tembaga, bauksit, besi baja, emas perak, aspal, minyak bumi, gas, sawit, kelapa, karet, biofuel, kayu log, getah pinus, udang, perikanan, kepiting, rumput laut, dan garam.

Hilirisasi pertambangan memang bisa membuat negara maju, tetapi jika melupakan industri yang lain tentunya cita-cita tersebut bisa terhambat.

Misalnya saja industri tekstil yang sedang tak cemerlang di tengah isu resesi yang membayangi di tahun 2023 ini. Pemutusan hubungan kerja atau PHK rentan terjadi, terutama di sektor padat karya yang berorientasi ekspor ke Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Indonesia jika ingin terus maju dan berkembang tentunya harus memperbaiki berbagai sektor baik dari sisi industri pertambangan maupun manufaktur.

Bahkan tak sampai di situ, kualitas SDM pun menjadi pemeran utama jika ingin menjadi negara maju dengan tingkat pendidikan terjamin.

Namun pada dasarnya yang bisa kita lakukan saat ini adalah memaksimalkan potensi yang ada. Indonesia tak akan menjadi negara maju jika hilirisasi ini hanya sebuah nama baik saja. Dengan potensi 'harta karun' Indonesia yang melimpah terutama sumberdaya mineral, ini menjadi suatu upaya agar kita bisa memiliki pendapatan per kapita yang tinggi.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.