Kabargolkar.com - Sepanjang tahun 2023 ini, kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Pandeglang cukup tinggi. Melihat banyaknya kasus tersebut, anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa mengaku sedih.
“Kami merasa sangat terpukul dan sedih, setiap melihat berita-berita bahwa masih banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan kejahatan seksual yang terjadi di wilayah Pandeglang dan Lebak,” ujarnya, di Pandeglang, Banten, Jumat (8/9/2023).
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banten itu mengatakan, dengan banyaknya kasus kekerasan seksual tersebut, membuat dirinya harus segera menggencarkan sosialisasi pencegahan secara masif.
“Untuk itu, kami harus turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk sosialisasikan guna menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kejahatan seksual,” ucapnya.
Menurutnya, upaya pencegahan aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak, itu sebetulnya bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi semua elemen masyarakat juga harus punya peran.
“Dan kami juga berharap bagi lembaga atau organisasi-organisasi yang memang fokus terhadap penanganan kasus ini, untuk terus melakukan pendampingan terhadap korbannya,” tuturnya.
Politisi Partai Golkar ini mengemukakan, terkadang masyarakat masih banyak yang merasa canggung, malu, aib apabila kasus tersebut dilaporkan. Maka dari itu, masyarakat harus terus diberikan pemahaman apa itu kekerasan terhadap perempuan dan anak dan bagaimana sanksinya bagi pelaku kejahatan tersebut.
“Untuk itu, semua harus berperan dan aparat penegak hukum juga harus tegas terhadap pelaku sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polres Pandeglang mencatat untuk kasus kekerasan dan kejahatan seksual yang telah ditangani selama 8 bulan di tahun 2023 ini sebanyak 56 kasus.
Dari jumlah sebanyak itu, kasus yang paling dominan yaitu kasus pencabulan. Dan di tahun ini, kasus tersebut lebih tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya.