Untuk Subsidi energi di tahun 2024, pada RAPBN diusulkan sebesar Rp185.876,2 miliar. Setelah melalui pembahasan, maka Panja menyepakati besaran subsidi energi berada pada angka Rp189.104,3 miliar.
“Alokasi subsidi energi tersebut terdiri dari subsidi jenis BBM tertentu dan LPG tabung 3kg sebesar 113.273,1 miliar dan subsidi listrik sebesar 75.831,2 miliar,” kata legislator Partai Golkar ini.
Terkait dengan defisit, Nurul mengemukakan, jika Defisit APBN tahun 2024 yang disepakati sebesar Rp522.825,miliar (2,29 persen) terhadap PDB dengan perkiraan PDB nominal 2024 sebesar Rp22.830,8 triliun). Dalam rangka mendukung kebijakan fiskal yang ekspansig, terarah dan terukur dalam percepatan transformasi ekonomi, pembiayaan anggaran tahun 2024 disepakati senilai Rp522.825 miliar. Mengenai pembiayaan, Panja memiliki beberapa catatan terutama berkaitan dengan penyertaan modal negara pada BUMN.
“Setiap BUMN tahun anggaran 2025 diharapkan melakukan presentasi terlebih dahulu terhadap badan anggaran. Catatan berikutnya, terkait penjaminan pinjaman BUMN agar pemerintah dapat memproyeksikan risiko dan upaya mitigasinya yang dilakukan secara transparan dan akuntabel,” paparnya.
Di awal laporannya, Nurul juga menyampaikan jika Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan beranggotakan 53 orang anggota badan anggaran dan 85 pejabat dari pemerintahan dan Bank Indonesia dengan koordinator pimpinan Badan Anggaran dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu.
Panja telah melakukan pembahasan pada 5 September 2023, dari hasil pembahasan tersebut maka pemerintah menyusun postur sementara APBN tahun anggaran 2024 untuk kemudian dibahas dan ditetapkan dalam rapat kerja 7 September silam. Selanjutnya Panja juga menyepakati untuk membentuk tim perumus penyusunan laporan panja dan telah melakukan pembahasan pada 13 September lalu.