Kabargolkar.com - Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan kepada KPU terkait surat suara yang sudah dikirim di Taipei, Taiwan. Hal itu akan ditanyakan Komisi II DPR pada rapat di masa sidang selanjutnya.
"Tentu nanti pada saat masa sidang berikut Komisi II akan menggelar RDP dengan penyelenggara Pemilu, termasuk KPU untuk mendengarkan laporan dan evaluasi tahapan yang sudah dilalui, perkembangan tahapan berjalan, dan persiapan tahapan sampai hari pencoblosan, penghitungan, rekapitulasi dan seterusnya," kata Doli kepada wartawan, Minggu (24/12/2023).
Selain itu, pada rapat itu Komisi II DPR juga akan membahas soal beberapa rancangan PKPU hingga Per-Bawaslu. Doli menyebut bahwa DPR terus melakukan pengawasan kepada penyelenggara pemilu.
"Masih ada beberapa rancangan PKPU dan Per-Bawaslu yang harus dikonsultasikan kepada Komisi II. Jadi itu memang sudah inheren dari fungsi pengawasan DPR, khususnya Komisi II," katanya.
Diketahui saat ini DPR RI sedang memasuki masa reses hingga pertengahan Januari. Doli mengatakan rapat dengan KPU itu akan dijadwalkan setelah reses.
"Nanti dicari waktu yang pas," kata dia.
Diketahui surat suara Pemilu 2024 yang dikirim lebih cepat di Taipei, Taiwan, menjadi sorotan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapatkan penjelasan kasus tersebut dari KPU.
Jokowi mengatakan kantor pos di Taipei tutup lebih lama saat Tahun Baru sehingga surat suara Pemilu 2024 dikirim terlebih dahulu.
"Tadi saya diceritain bahwa memang ada kekhawatiran karena ini tahun baru, kantor pos tutup agak lama di sana, sehingga dikirim mendahului," kata Jokowi kepada wartawan di Istora Senayan GBK Jakarta Pusat, Sabtu (30/12).
Jokowi enggan berbicara banyak soal distribusi surat suara Pemilu 2024 di Taiwan yang tiba lebih dulu. Jokowi mengatakan hal tersebut akan dijelaskan secara rinci oleh Ketua KPU, Hasyim Asy'ari.
"Untuk teknisnya nanti biar Pak Ketua KPU yang menyampaikan," ucapnya.