Kabargolkar.com - Firnando H. Ganinduto, anggota DPR RI yang baru saja terpilih pada Pileg Februari lalu, menjadi pembicara pada webinar bertema "Membangun Pemimpin Masa Depan: Transformasi Mahasiswa Menjadi Legislator Kampus yang Berintegritas, Berpendidikan dan Berkomitmen".
Webinar via zoom itu diselenggarakan oleh Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang pada Sabtu (1/6/2024). Webinar ini dihadiri oleh mahasiswa yang antusias untuk belajar dari pengalaman dan perjalanan karier Firnando.
Dalam paparannya, politisi muda Golkar ini memperkenalkan dirinya dan menceritakan perjalanan hidup serta karier yang mengantarkannya menjadi seorang anggota DPR RI di usia yang relatif muda.
"Nama lengkap saya Firnando, saya lahir di tahun 1980. Saya akan bercerita perjalanan saya sehingga terpilih sebagai anggota DPR RI, di usia relatif muda," ungkap Firnando.
Firnando menjelaskan bahwa pendidikan dan pengalamannya sangat beragam, dimulai dari pendidikannya di Australia dan Amerika Serikat.
"Saya sempat sekolah di Australia, lalu sempat sekolah di Amerika. Bahkan di Amerika, saya masuk sekolah militer," tambahnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Firnando melanjutkan kuliah di New York. Salah satu persyaratan untuk lulus adalah magang di perusahaan, yang membawanya pada pengalaman kerja keras dan dedikasi tinggi.
"Akhirnya saya banting tulang bekerja di perusahaan itu. Saya tidak mengharapkan apapun, saya bekerja keras, dan akhirnya 6 bulan lewat, Alhamdulillah, saya mendapatkan salah satu nilai terbaik," cerita Firnando dengan semangat.
Pimpinan perusahaan tempat dia bekerja, saat itu terkesan dengan kerja keras dan prestasinya, sehingga menawarkan posisi karyawan tetap dengan gaji 5.000 USD per bulan. Namun, tak disangka Firnando memiliki pandangan yang berbeda.
"Saya merenung setiap malam, dua tiga hari. Akhirnya keputusannya saya tolak karena saya ke Amerika ini bukan untuk bekerja. Di Amerika ini saya mau menyerap ilmu. Saya ingin balik ke negara saya dan saya ingin bangun negara saya," jelasnya.
Firnando mengungkapkan bahwa penolakannya terhadap gaji tinggi tersebut didorong oleh nasionalisme dan kecintaannya pada tanah air. "Saya tolak 5000 dolar per bulan demi nasionalisme saya, demi kecintaan saya kepada negara saya," tegas Firnando.
Selama kariernya, Firnando banyak bergerak di bidang perusahaan yang berkaitan dengan hubungan pemerintahan. "Saya bergerak di berbagai bidang perusahaan, tapi semua itu pekerjaannya hampir sama yaitu government relationship. Kita mengurusi komunikasi dengan pemerintahan setempat dan pemerintahan daerah," tambahnya.
Pengalaman inilah yang mendorongnya untuk berkontribusi lebih besar kepada negara melalui jalur legislatif. "Melalui itu, saya berpikir bahwa ini saatnya saya ingin berkontribusi kepada negara saya. Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk maju di kontestasi pemilihan legislatif DPR RI dan akhirnya terpilih pada 2024 ini," tutup Firnando dengan optimisme.
Webinar ini diharapkan memberi mahasiswa Unisbank kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Firnando, sehingga menambah wawasan mereka tentang kepemimpinan, integritas, dan komitmen dalam dunia politik dan pemerintahan.