Jakarta, [28/11/2025] – Beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan
Sumatera Barat kembali dilanda musibah banjir bandang, tanah longsor, dan gempa dalam beberapa waktu terakhir. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak bencana ini tersebar di puluhan kabupaten/kota, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah, dan mengancam keselamatan jiwa.
Menyikapi kondisi ini, Aprozi Alam, Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial dan penanggulangan bencana, menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada para saudara kita yang terdampak dan keluarga yang kehilangan orang tercinta di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita turut berduka. Semoga para korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya, yang luka-luka cepat sembuh, dan semua yang terdampak diberikan ketabahan," ujar Aprozi Alam dengan penuh empati.
Berdasarkan data BNPB, bencana banjir dan tanah longsor ini melanda wilayah yang cukup luas Sumatera. Untuk Aceh, banjir dan tanah longsor terjadi Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Singkil, dan Bireun. sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, serta Nias. Bahkan Di Padang Sidempuan, banjir pada 25 November 2025, misalnya, telah mengakibatkan sekitar 220 jiwa dan 17 unit rumah terdampak, serta satu orang dilaporkan hilang. Gempa tektonik 6,3 M di laut barat laut Sinabang, Aceh, yang getarannya terasa hingga Medan juga menambah daftar kekhawatiran. Cuaca ekstrem ini, yang dipicu salah satunya oleh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B, telah meningkatkan risiko secara signifikan.
Sementara itu untuk Sumatera Barat: Kota Padang, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota. Di Kabupaten Agam, banjir pada 25 November 2025, tercatat 42 kepala keluarga/143 jiwa dan 21 unit rumah terdampak.
BNPB juga telah mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga awal Desember mendatang. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal dari semua pihak.
"Saat ini, saudara-saudara kita membutuhkan bantuan logistik, kebutuhan dasar, selimut, obat-obatan, dan trauma healing. Mari kita salurkan bantuan melalui lembaga-lembaga terpercaya sebagai wujud nyata Solidaritas Indonesia. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk meringankan beban mereka," ajaknya.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah mengirimkan Tim Tanggap Bencana Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) berupa Bantuan 5 ton makanan dari ketum DPP Partai Golkar H.BAHLIL LAHADALIA ke lokasi Banjir Bandang di Tapanuli selatan,Tapanuli tengah,Sibolga Sumatera utara Rabu 26 November 2025.
Selain mendorong respon tanggap darurat, Legislator Golkar Dapil Lampung ini juga menekankan pentingnya Langkah Langkah strategis untuk memitigasi bencana di masa depan