Dalam situasi dan kondisi tanggap bencana seperti sekarang ini., Atalia Praratya mengajak seluruh pihak, dari pusat hingga daerah, untuk mempererat koordinasi dan solidaritas. Komisi VIII akan terus melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan program kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana berjalan cepat dan manusiawi, demi mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana.
Kepada Pemerintah Daerah, secara khusus Atalia menyarankan agar mengaktifkan posko siaga bencana 24 jam, memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas, dan melakukan pembersihan saluran air serta pemangkasan pohon yang rawan tumbang. "Koordinasi antar dinas terkait, dari BPBD, Dishub, hingga Dinas Sosial, harus diperketat untuk memastikan respons yang cepat dan terintegrasi," ujar Atalia.
Sementara itu bagi masyarakat yang akan merayakan liburan natal dan tahun baru, ditengah cuaca ekstrem sekarang, legislator Golkar dapil Jabar 1 menyarankan hendaknya masyarakat menghindari liburan natal dan tahun baru di tempat tempat wisata yang rawan bencana . " Selama liburan, hindari berkegiatan di daerah aliran sungai, lereng curam, atau zona pesisir yang berpotensi terkena gelombang tinggi. Keselamatan keluarga adalah prioritas utama," imbaunya.
Sebagai wakil rakyat di Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya berkomitmen untuk memperjuangkan dan mengawal peningkatan alokasi serta efektivitas anggaran penanggulangan bencana dalam pembahasan APBN. Ia juga akan memastikan bahwa program-program peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana berjalan optimal.
"Marilah kita hadapi periode cuaca ekstrem ini dengan kesiapan penuh, gotong royong, dan kewaspadaan tinggi. Dengan persiapan yang matang, kita dapat meminimalisasi dampak dan menyambut tahun baru 2026 dengan penuh harapan dan keamanan," tutup Atalia Praratya.