Sementara itu, Indonesia memiliki potensi besar pada hilirisasi sumber daya alam dan sektor pertambangan, termasuk produk turunan kelapa sawit serta komoditas mineral strategis seperti tembaga dan produk terkait baja yang memiliki nilai penting bagi pasar Eropa.
Dengan populasi lebih dari 400 juta di Uni Eropa dan lebih dari 285 juta di Indonesia, ia meyakini kedua pihak memiliki pasar yang sangat menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Komitmen Perluasan Kerja Sama
Menutup pertemuan tersebut, Ravindra menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam dan memperluas kerja sama dengan Uni Eropa, baik pada level bilateral maupun dalam kerangka ASEAN–UE, termasuk melalui penguatan diplomasi parlemen.
Ravindra meyakini kemitraan yang inklusif dan berbasis kawasan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua belah pihak serta berkontribusi pada tatanan global yang lebih adil dan berkelanjutan.