Jakarta — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Asmara mengapresiasi kemajuan layanan keimigrasian di Sulawesi Utara, khususnya dengan hadirnya fasilitas auto gate yang dinilai mampu mempercepat sekaligus mempermudah proses pemeriksaan keimigrasian bagi masyarakat. Menurut Dewi, perkembangan ini merupakan lompatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, saat fasilitas tersebut belum tersedia.
“Kami kemarin sudah melihat. Jadi memang ini kemajuan yang baik bagi imigrasi Sulawesi Utara karena tahun lalu kami juga kebetulan datang ke sini, auto gate itu belum ada,” kata Dewi Asmara usai memimpin kunjungan kerja reses Komisi XIII DPR RI ke Manado, Rabu (22/4/26).
Menurutnya,Pemasangan auto gate di Bandara Internasional Sam Ratulangi menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan keimigrasian. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan, khususnya bagi wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi bandara tersebut sebagai gerbang pariwisata di kawasan Indonesia Timur.
Dewi berharapa, dengan teknologi otomatis berbasis pemindaian paspor dan pengenalan wajah, layanan ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kenyamanan bagi para pengguna jasa. Ia menjelaskan, saat tiba di lokasi, pihaknya langsung meninjau penggunaan auto gate dan menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan penumpang. Menurutnya, sistem ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam menggunakan paspor elektronik dengan benar.
“Begitu tiba kami langsung mengecek auto gate dan kebetulan juga memang sedang ada yang masuk. Jadi kami bisa melihat secara langsung fungsi kemudahan yang diberikan, tetapi juga sekaligus pembelajaran pada masyarakat. Taruh paspornya benar, kemudian harus lihat foto, dan sangat bagus data-data terpadu yang ada,” jelas Dewi.
Lebih lanjut, ia menilai sistem auto gate telah terintegrasi dengan baik, sehingga mampu menampilkan kelengkapan data pengguna secara otomatis saat paspor ditempelkan. Hal ini dinilai meningkatkan akurasi sekaligus keamanan dalam proses pemeriksaan.
“Ketika menempelkan paspornya langsung muncul di screen orang itu lengkap apa tidak lengkap. Karena kalau misalnya juga ada paspor yang belum elektronik kan tidak bisa. Jadi sudah berfungsi dengan baik, baik itu untuk kedatangan maupun untuk keberangkatan,” ungkapnya.
Dewi juga menegaskan pentingnya penguatan layanan keimigrasian di Sulawesi Utara, mengingat posisi strategis wilayah tersebut sebagai pintu gerbang Indonesia bagian timur dalam mobilitas internasional. “Karena memang Sulawesi Utara ini kan pintu masuk ke Indonesia Timur. Jadi sangat penting,” Pungkasnya