“Ini kesempatan untuk membangun sistem dari hulu sampai hilir. Ayam dan telur diproduksi peternak rakyat, kemudian diserap untuk kebutuhan MBG, diolah oleh UMKM atau dapur lokal, dan dikonsumsi masyarakat. Kalau ekosistemnya dibangun dengan benar, semua mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Singgih pun berharap pemerintah tidak melihat MBG semata sebagai program sosial, melainkan juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat, “MBG harus menjadi program yang menyehatkan anak bangsa sekaligus menyehatkan ekonomi peternak. Kalau program ini berkelanjutan dan rantai pasoknya melibatkan peternak rakyat, kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus: memperbaiki gizi masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha peternak,” pungkasnya.