Kabargolkar.com -- Dolar AS siang ini tercatat Rp 16.236 atau menguat dibandingkan dua hari kemarin yang berada dikisarn level Rp 16.550. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dolar AS tercatat Rp 16.486. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan perkembangan nilai tukar rupiah hari ini cukup stabil.
“Hari ini nilai tukar cukup stabil. Kami juga melihat bid dan over atau permintaan serta penawaran berjalan baik di pasar valas,” kata Perry dalam video conference yang kami ikuti dari laman CNBC, Selasa (24/3/2020).
Dia juga berterima kasih kepada para eksportir yang telah membantu memasok dolar AS ke pasar valas. Sehingga membuat nilai tukar rupiah bergerak stabil di pasar valas.
Perry menyebut, BI akan terus berada di pasar untuk memantau dan melakukan intervensi stabilisasi nilai tukar yang diperlukan. Baik melalui tunai, spot atau domestic non deliverable forward (DNDF) maupun pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.
Sementara itu Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menganalisa dengan keterpurukan mata uang regional, Dipaparkannya Asia yang kena gejolak resesi ini adalah wilayah yang terdampak pertama kali dari pandemi Covid-19.
Menurutnya, masih dalam penjelasannya, Anggota Komisi XI Fraksi Golkar tersebut cukup yakin bahwa selama pendemi corona ini belum berakhir, maka kondisi perekonomian akan mengalami ketidakpastian.Meski demikian, yang paling penting dilakukan pemerintah untuk saat ini adalah, pertama, segera memutus rantai penyebaran virus corona di tanah air.
" Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini dipengaruhi efek perekonomian global yang meningkat volatilitasnya akibat wabah virus corona (covid-19). Sebenarnya tak hanya rupiah, mayoritas mata uang negara di kawasan Asia pun turut mengalami pelemahan. Selama pendemi corona ini belum berakhir, maka kondisi perekonomian akan mengalami ketidakpastian." Papar Puteri lewat rilis yang kami terima selasa sore (24/3/2020).