kabargolkar.com, BANDUNG - Pelaksanaan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung dari Partai Golkar diperpanjang. Hal tersebut dikarenakan adanya pandemi covid-19 yang membuat KPU menunda sebagian tahapan Pilkada 2020.
Ketua tim Penjararingan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, mengatakan penundaan sebagian tahapan pilkada serentak berpengaruh terhadap proses penjaringan bupati dan wakil bupati yang sedang dilakukannya.
"Keputusan dari DPP untuk penjaringan dilakukan perpanjangan sambil menunggu Perpu Pilkada serentak, apakah akan digelar 9 desember atau diundur lagi dengan melihat kondisi pandemi," tutur Cecep, Senin (20/4/2020).
Saat ini kata Cecep tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati masih dalam seleksi 8 besar nama yang akan dikerucutkan menjadi 5 nama. Proses seleksi dari 8 nama menjadi 5 nama, dilakukan dengan cara survei lapangan, baik elektabilitas maupun popularitas. "Harusnya sekarang sudah muncul 5 nama, tapi karena pandemi covid-19, untuk survei diperpanjang sambil menunggu Perpu," ujarnya.
Dengan adanya perpanjangan survei, Cecep berharap 8 nama yang diajukan kepada DPP Partai Golkar untuk memanfaatkannya dengan cara turun ke lapangan dan membantu masyarakat, sehingga saat survei dilakukan, elektabilitas dan popularitas bisa menanjak. "Masyarakat juga sedang membutuhkan bantuan dari pelbagai pihak. Jadi kami minta kepada kandidat untuk turun dan membantu masyarakat," tutupnya.