Entah dari mana munculnya, wacana duet antara Anies Baswedan-Ahmed Zaki Iskandar untuk Pilkada Jakarta pada November 2024 mulai mencuat.
DPD-1 Partai Golkar Jakarta merespon wacana tersebut, apalagi Anies memiliki kans sebagai Gubernur DKI Jakarta kembali.
Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco menghargai keputusan Anies yang akan mempertimbangkan kembali untuk maju dalam ajang Pilkada Jakarta.
Sebagai warga negara, Anies tentu memiliki hak yang sama untuk mengikuti ajang demokrasi tersebut.
“Iya kan hak demokrasi orang, baik-baik saja dan wajar-wajar saja, nggak boleh dihambat,” kata Baco saat dihubungi pada Senin (20/5/2024).
Baco juga menanggapi adanya kemungkinan Anies berada di koalisi yang sama dengan Golkar di Pilkada Jakarta.
Saat Pilpres 14 Februari 2024 lalu, Golkar menjadi rival politik Anies karena mendukung Prabowo Subianto.
“Ya kalau itu (koalisi dengan Anies) keputusan DPP, kan kami tidak punya hak untuk menolak. Kami hanya bisa menjalankan perintah,” ujar Baco.
Baco menuturkan bahwa pihaknya memang memiliki harapan agar Zaki bisa mendampingi Anies Baswedan dalam ajang Pilkada Jakarta tersebut.
Asalkan, kata dia, duet ini mendapat persetujuan dari DPP Golkar.
“Memang kami berharap kalau Anies maju, RK (Ridwan Kamil Pilkada) di Jabar, DPP menyetujui Anies-Zaki, ya kami Alhamdulillah. Semua tergantung DPP,” tutur Baco.
“Ya Golkar bulatnya ke Zaki gitu saja. Kalau memang Pusat (DPP) memutuskan gabung dengan Anies ya kami Alhamdulillah saja,” jelas Baco.
Baco mempersilakan kepada partai politik lain yang ingin mengusung Anies dalam ajang tersebut. Golkar DKI Jakarta juga membuka peluang kepada partai tersebut untuk berkoalisi.
“Yah kalau dari DPP nya setuju (koalisi) yah boleh-boleh saja, kami sih senang-senang saja selama DPP Golkar menyetujui. Prinsipnya kami juga ingin menang,” terang Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta itu.
Menurut Baco, pihaknya juga tidak mempersoalkan bila mendapat posisi Bacawagub Anies, bukan Bacagub Jakarta.
Dia menyebut, Zaki tetap legawa meski dipinang menjadi Bacawagub Jakarta.
“Yah nggak ada masalah, karena Ketua Zaki ini siap jadi Gubernur, siap jadi Wakil Gubernur. Terserah pimpinan di pusat (DPP) saja bagaimana, intinya kami siapkan infrastruktur di bawahlah,” tuturnya.
Sementara itu, Anies Baswedan angkat bicara soal peluangnya kembali maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Anies mengaku serius mempertimbangkan untuk kembali berlaga di Pilkada Jakarta.
Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat itu berterima kasih dengan dukungan yang diberikan kepadanya untuk bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.
Anies menyebut akan memikirkan secara serius dukungan tersebut.
"Saya terima kasih, itu sebuah kehormatan, sebuah penghargaan. Kami sedang memikirkan itu secara serius," kata Anies kepada awak media, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024).
Kala disinggung soal kemungkinan partai yang mendukungnya untuk maju dalam kontestasi Pilkada, Anies enggan menjawab.
Dia hanya meminta awak media untuk menunggu prosesnya.
Sebelumnya, Anies mengaku bakal mempertimbangkan berbagai dukungan dari masyarakat kepada dirinya untuk maju di Pilgub Jakarta.
Saat ditanya apa saja pokok pertimbangannya, Anies masih enggan merinci.
"Banyak lah (pertimbangannya)," ujar Anies.