DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sragen masih menjajaki kerjasama dengan sejumlah partai untuk dapat mengusung Bakal Calon Bupati Sragen Pilkada 2024. DPD Golkar masih berharap sebagai calon AD 1, atau Bacabub.
Ketua DPD II Golkar Sragen Pujono Elli Bayu Effendi mengatakan, komunikasi ini merajut koalisi. Dia menegaskan soal koalisi belum bisa dijawab saat ini.
”Pilkada sudah dekat, tanggal 27 Agustus sudah pendaftaran ke KPU,” katanya saat dijumpai wartawan di Sragen, Rabu (19/6/2024).
Bayu menyindir para tokoh yang mendaftar ke partai. Dimana para tokoh tersebut baru mencari partai, lantaran tokoh eksternal Partai.
Menurutnya, tokoh yang mendaftar ke parpol belum bisa mendaftar ke KPU sebagai calon kepala daerah. Bayu sendiri bersikukuh untuk berada di posisi bakal calon bupati (bacabub).
”Kita tidak boleh instan, ada tahapan. Harapan besar kami sejak awal Golkar Bupati,” ujar dia.
Sementara, Sekretaris DPC PKB Sragen Nur Muhammad Sugiyarto usai bertemu dengan pengurus PKS, juga mengatakan usulan PKB tetap sama yakni PKB mengambil jatah wakil bupati. Dia menegaskan situasi politik masih dinamis dan semua parpol berpeluang menggalang koalisi.
”Situasi politis dinamis, pengajuan kita sama tetap posisi wakil. Parpol semua juga masih penjajakan,” ujarnya.
Nur menyampaikan komposisi di Sragen bisa saja menjadi 4 pasang bakal calon kepala daerah. Meskipun sedikit berat. Namun jika ada 3 pasang lebih realistis. Lantas heaad to head jug memungkinkan. Bahkan jika nantinya calon tunggal, pihaknya tidak menutup potensi tersebut.
“Walaupun hari ini terbentuk poros Demokrat-gerindra. Nyatanya masih ada rembukan. Selain itu regulasi juga sangat memungkinkan calon tunggal,” ujarnya.
Sebagai informasi, sejumlah tokoh mendaftar ke Parpol untuk mendapatkan rekomendasi di pilbup Sragen November mendatang. Mereka ada yang kader partai dan juga eksternal partai.
Seperti, Untung Wibowo Sukawati, Ketua DPC PDIP, Untung Wina Sukowati, pengusaha. Kemudian Dedi Endriyatno mantan Wabup Sragen yang juga Kader PKS, dan mantan Kades Sambirejo Ptihandoko alias Hanjus.
Lantas ada Sigit Pamungkas, tenaga ahli Kantor Staf Kepresidenan, lalu Dokter Ismail Marzuki ketua PMI, Dokter Aan Cahyanto. MI