kabargolkar.com - Pendaftaran Calon Kepala Daerah dalam kontestasi elektoral tahun ini tinggal sesaat lagi. Bakal Calon Gubernur Banten dari Partai Golkar, Airin Rachmi Diany seolah ditinggalkan oleh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang mengusung calon lain.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Bappilu Golkar, Idrus Marham, mengaku tidak khawatir posisi. Berseberangan dengan parpol KIM lain yang mengusung Andra -Dimyati buat Golkar itu bukan masalah.
"Ya saya kira ya tinggal gitu kan. Dan kalau pun itu kan calon gubernurnya katakanlah Airin. Katakanlah ya. Karena tinggal itu. Kan tinggal wakilnya kan," ujar Idrus dalam jumpa pers di Menteng, Jakpus, Kamis (25/7).
Melihat peluang lain, Idrus menyinggung kemungkinan berkoalisi dengan PDIP untuk posisi Wakil Gubernur. Dari hasil kalkulasinya, Golkar dan PDIP saja sudah cukup untuk Pilkada Banten. "Ya mungkin karena kalau perhitungan suara kan di sana kursi Golkar itu, itu 14. Sama dengan PDIP. Berarti kan butuh 6. Ya kan butuh 6. Nah kalau gabung dua ini kan sudah selesai," ujarnya.
Namun wacana koalisi dengan PDIP itu belum final adanya, masih perlu kalkulasi lebih lanjut. "Nah biasanya kalau sama-sama kursi di situ lihat ya elektabilitas Airin lebih tinggi. Dan secara faktual perolehan suara Airin pada pileg kemarin kan tertinggi di situ. Berarti Airin nomor 1 mungkin apa, PDIP. Tetapi ini saya belum dapat informasi seperti apa nanti finalisasinya," tambah Idrus.
Idrus melihat dengan kondisi sekarang pun, menurutnya konsep All KIM Final tetap terwujud.
"Nah kalau ini terjadi berarti tetap all KIM final. Enggak ada masalah," pungkasnya.