Menurutnya, berpuluh tahun Banten Lama seperti tak terurus atau berbanding terbalik dengan nama besarnya sebagai salah satu tempat bersejarah karena pernah menjadi peradaban yang masyhur.
"Waktu saya baru jadi wagub, Banten lama itu seperti tak tersentuh. Padahal pengunjungnya itu 10 ribu orang per harinya, tapi itu tidak jadi apa-apa buat daerah dan masyarakatnya," kata Andika.
Mengingatnya besar potensi yang dimiliki Banten Lama, lanjutnya, Pemprov Banten saat itu kemudian memutuskan untuk melakukan revitalisasi, bukan hanya desnitasi jiarah dan sejarahnya melainkan juga termasuk merevitalisasi sistem pengelolaannya.
"Alhamdulillah sekarang sudah tertata dengan baik dan rapih, menjadi lebih layak untuk dikunjungi wisatawan dan menjadi berdampak bagi perekonomian daerah," ujarnya. (*)