Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
12 Kandidat Pilkada Kabupaten Bantul Daftar ke Golkar
  Bambang Soetiono   11 Februari 2020
ilustrasi (net)

kabargolkar.com, BANTUL - Setidaknya sudah ada 12 bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Bantul yang mendaftar ke Partai Golkar, Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, DPD I Partai Golkar DIY, akan mengerucutkan menjadi 5 kandidat bakal calon.

Dari jumlah tersebut, menurut Paidi, Ketua DPD II Partai Golkar, Kabupaten Bantul, 5 orang mendaftar sebagai bakal calon bupati dan 7 orang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati Bantul pada pilkada serentak tanggal 23 September 2020 mendatang.

''Pada pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Bantul yang kami lakukan kemarin, yang mendaftar ada 12 calon, 5 orang mendaftar sebagai calon bupati dan 7 orang mendaftar sebagai wakil bupati,'' ujar Paidi, kemarin.

Ke 5 orang bakal calon bupati itu, adalah Agus Santosa, Jati Nur Cahyo, Kusila, Mahmud Ardi Widanto dan Suharsono. Sedangkan 7 orang yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati, Arni Tyas Palupi, Dewata Eka Putra, Erwin Nizar, Setiya, Totok Sudarto, Yulardi Hamdani dan Nur Rachmat JP.

Tahapan selanjutnya, menurut Paidi, adalah sosialisasi kandidat bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati dengan menggelar rapat pleno yang diperluas yang melibatkan DPP II Partai Golkar Bantul.

Dewan Kehormatan, Sayap Partai, Hastakarta, Pengurus Kecamatan dan pengurus desa. Sosialisasi itu, lanjut dia, baru akan dilakukan pada tanggal 15 sampai 29 Februari 2020 yang akan datang.

Setelah proses sosialisasi para kandidat maka diserahkan kepada DPD I Golkar DIY yang akan mengerucutkan menjadi 3 hingga 5 kandidat yang selanjutnya pada bulan Maret 2020.

"Nanti DPP Golkar yang akan mengerucutkan menjadi satu pasangan calon dengan mekanisme survey dan melihat elektabilitas kandidat," katanya.

Sementara Laskar Panglima dan Jas Merah, yang merupakan relawan pemenangan Harsono-Halim pada Pilkada Bantul 2015 lalu.

Kali ini mereka melebur menjadi Korps Banteng Revolusioner (KBR), dan siap memenangkan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Bantul 2020.

Ketua Korps Banteng Revolusioner, Basuki Rahmat mengatakan, Laskar Panglima dan Jas Merah merupakan kader-kader PDI Perjuangan militan yang siap memperjuangkan dan memenangkan pasangan calon dari PDIP.

''Banteng bali kandang, untuk memenangkan pasangan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan,'' katanya, kemarin. ''Siapapun calonnya nanti, kami siap berjuang untuk memenangkan,'' imbuhnya.

Mantan anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 ini mengatakan, Korps Banteng Revolusioner akan bergerak di luar partai, karena masih ada ruang-ruang yang belum digarap oleh partai.

Oleh karena itu, Korps Bateng Revolusioner akan menggarap ruang-ruang yang belum digarap itu. Sebab, kata dia, targetnya adalah PDI Perjuangan menang pada Pilkada 2020 mendatang.

Apalagi, lanjut Basuki, Korps Banteng Revolusioner yang memiliki kepengurusan di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul satu komando dalam pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung oleh PDI Perjuangan.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.