Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Abdul Faris Umlati Daftar Di Partai Golkar Raja Ampat, Berpeluang Lawan Kotak Kosong
  Bambang Soetiono   19 Februari 2020
pilkada raja ampat

kabargolkar.com, WAISAI - Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) mendaftarkan diri
sebagai bakal calon (Balon) bupati dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat tahun 2020. AFU mendaftar melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya Kabupaten Raja Ampat di Waisai, Selasa (18/2).

Pendaftaran sekaligus pengembalian berkas formulir tersebut, sang Petahana, Abdul Faris Umlati, diwakili oleh para ketua partai pengusung. Hadir mewakili sang Petahana, diantaranya ketua DPC partai Demokrat Raja Ampat, Abdul Wahab Warwey, ketua DPD Partai Amanat Nasional kabupaten Raja Ampat, Fahmi Macap, Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera, Ali Bugis, dan Bendahara Partai Gerindra, Ibrahim Macap.

Sebagai Petahana, tentunya Faris Umlati, optimis masih dipercayakan oleh warga masyarakat kabupaten Raja Ampat sebagai kepala daerah untuk dua periode.

Berkaitan dengan hal itu, ketua DPC partai Demokrat, Abdul Wahab Warwey, kepada awak media usai pengembalian berkas formulir sang Petaha di Sekretariat pendaftaran DPD II Golkar Raja Ampat, mengatakan pihaknya optimis Faris Umlati jabat bupati Raja Ampat dua periode.

“Tentunya kami optimis, setelah mendaftar di partai Golkar, AFU pasti jabat bupati Raja Ampat dua periode,” ujar Tanjung sapaan akrab Abdul Wahab Warwey.

Dikatakannya, setelah mendaftarkan Abdul Faris Umlati sebagai “Balon” bupati Raja Ampat di partai Golkar, ternyata tidak ada calon bupati lain lagi yang mendaftar di partai berlambang pohon beringin itu.

Menurutnya, itu berarti membuka ruang untuk AFU maju sebagai calon bupati Raja Ampat pada kontestasi Pilkada Raja Ampat tahun 2020 dengan tanpa ada lawan alias kotak kosong.

“Setelah kami mendaftarkan AFU sebagai bakal calon bupati Raja Ampat di partai Golkar tadi, sudah tidak ada lagi yang mendaftar sebagai calon bupati. Itu berarti AFU maju dalam pilkada Raja Ampat nanti tanpa ada lawan alias kota kosong,” tandas ketua DPC Demokrat Raja Ampat itu.

Namum kata Tanjung, lawan kotak kosong bukan tujuan dan harapan partai pengusung. Tujuan dan harapan yang sesungguhnya yaitu ada lawan sehingga demokrasi di kabupaten Raja Ampat terlihat hidup.

Sementara itu, ketua DPD PAN Raja Ampat, Fahmi Macap, beranggapan kalau Abdul Faris Umlati masih layak menjabat bupati Raja Ampat untuk dua periode.

“Partai Amanat Nasional tentunya mendukung proses demokrasi yang baik dan sehat di Raja Ampat, bahwa AFU adalah bupati Raja Ampat yang selama empat tahun masih menjaga demokrasi dengan baik. PAN punya keinginan yang sama dengan bupati, bahwa yang terpenting demokrasi akan tumbuh dan berkembang secara baik maka masyarakat pun pasti akan menikmati pembangunan dengan baik pula,” jelas Politisi Partai Amanat Nasional itu.

Disamping itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten Raja Ampat telah menentukan sikap untuk mengusung Faris Umlati sebagai calon bupati Raja Ampat pada Pilkada bupati dan wakil bupati Raja Ampat tahun 2020.

“PKS sudah dari awal sejak dari pertama semua pegurus DPD PKS sudah bekerja untuk Faris Umlati

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.