Kabargolkar.com - Serangan wabah COVID 19 akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, termasuk di Kabupaten Pelalawan, bahkan dalam penanganan virus yang dapat merenggut nyawa itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tampak kewalahan karena masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).
Bukan hanya untuk dibagikan kepada masyarakat banyak, kekurangan APD juga dialami oleh tenaga medis yang akan menangani pasien dalam pengawasan (PDP) dan yang terkonfirmasi positif COVID 19 atau lebih tepatnya disebut dengan Hazmat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Pelalawan, Adi Sukemi, ST, MM serahkan bantuan APD khusus untuk tenaga medis, bantuan tersebut diserahkan langsung pada Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril, M.Kes didampingi Direktur RSUD Selasih, dr Khairul, Senin (20/4/2020).
Dukungan APD dari Adi Sukemi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan ini merupakan wujud kepedulian, tanggung jawab dan kecintaan terhadap masayarakat dalam rangka cegah dan menangkal COVID 19.
"Akan sangat berbahaya dan rawan terpapar COVID 19, jika petugas kesehatan tidak dilengkapi APD, karena itu menurut saya kelengkapan seperti APD untuk mereka mutlak harus terpenuhi, semoga bantuan ini bermanfaat," ujar mantan anggota DPR RI periode 2009/2014 itu.
Sebagai bentuk perlawanan terhadap wabah COVID 19, Adi Sukemi yang juga Bakal Calon (Balon) Bupati terkuat yang akan diusung Partai Golkar itu, telah melakukan sosialisasi dan himbauan untuk tetap menjaga kesehatan agar tidak terpapar Virus Corona itu, himbauan itu berupa sebaran spanduk yang dipasang hampir di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan.
"Spanduk dan baliho untuk mewaspadai COVID 19 itu sangat penting, terutama agar masyarakat selalu ingat ketika kesehatan terjaga, maka kemungkinan terkena virus akan semakin kecil," bebernya.
Tidak hanya mengimbau dan membantu tenaga medis dalam penanganan COVID 19, pria yang akrab disapa Bro AS itu ternyata juga memberikan bantuan terhadap masyarakat dengan ekonomi lemah yang sudah terdampak COVID 19, adapun bentuk bantuan itu berupa sembako.
"Hampir seluruh sektor terkena dampak COVID 19 dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah lebih dahulu terkena dampak. Semoga bantuan itu bisa meringankan sedikit beban mereka," tutup Bro AS.