Bupati Kotim Supian Hadi sebelumnya mengatakan, penanganan Covid-19 tidak mengenal hari libur. Upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 terus dilakukan.
”Pemkab Kotim melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim telah melakukan kegiatan penanganan Covid-19 secara terus menerus dan tidak mengenal hari libur," ujarnya, pekan lalu.
Menurutnya, mulai dari pencegahan dan penanganan pasien Covid-19 terus dilakukan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim bekerja sama dengan semua pihak. Baik penanganan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), hingga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Dalam pencegahan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, imbauan keliling, pembagian leaflet, poster, spanduk berisikan maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selain itu, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab Kotim juga melakukan pembagian masker secara gratis kepada warga Kotim. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran warga Kotim untuk menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah.
Sembuh
Sementara itu, dua pasien Covid-19, yakni pasien 016 dari Kecamatan Telawang dan pasien 017 dari Kecamatan Cempaga Hulu dinyatakan sembuh. Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Bidang Kesehatan Faisal Novendra Cahyanto menyebut, salah satu pasien yang sembuh merupakan seorang anak.
”Alhamdulillah, ada dua orang lagi pasien positif Covid-19 yang sembuh," ujar Faisal.
Faisal mengatakan, kedua pasien tersebut sudah dua kali menjalani PCR swab di Palangka Raya. Hasilnya negatif, sehingga mereka diperbolehkan pulang.
Faisal menambahkan, dua pasien tersebut sempat menjalani isolasi di rumah sakit berbeda. Pasien 016 di Sampit dan pasien 017 di Palangka Raya.
Berdasarkan data terakhir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 20 orang yang tersebar di empat kecamatan. Kemudian, pasien dalam pengawasan (PDP) nihil. Jumlah kasus Covid-19 di Kotim mencapai 20 orang. Sebanyak 15 di antaranya dinyatakan sembuh, dua meninggal dunia, dan tiga pasien masih dalam perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit.