Kabargolkar.com - Banyaknya dukungan dari masyarakat kepada bakal calon Bupati Bandung dari
Partai Golkar, H. M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si, menunjukan masyarakat Kabupaten Bandung mengharapkan ada figur yang dapat membawa perubahan di Kabupaten Bandung menjadi lebih baik lagi.
Di Kabupaten Bandung ada fasilitas yang belum merata seperti sarana sekolah baik tingkat SMTP maupun SMTA, sarana kesehatan, sampai masalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Di samping masalah klasik yang ada di Kabupaten Bandung yaitu masalah banjir yang rutin terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bandung.
Masyarakat Kabupaten Bandung yang menginginkan perubahan melihat Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, sebagai figur harapan yang dapat membawa masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera lagi.
Ketokohan Kang DS yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung selama dua periode dan saat ini menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari Dapil Kabupaten Bandung, dianggap menjadi figur yang memiliki pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang mumpuni untuk menjadi Bupati Bandung periode 2021-2026.
Kang DS menjadi salah seorang kader Partai Golkar yang meraih suara terbanyak di Pileg 2019. Berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II meliputi wilayah Kabupaten, ia mengantongi 46.653 suara dan mengantarnya ke kursi DPRD Jabar.
Keberhasilan pria kelahiran Bandung 7 Agustus 1971 ini melenggang ke DPRD Jabar dengan raihan suara terbanyak dalam Pileg 2019, tak terlepas dari kiprahnya selama ini sebagai politisi Parta Golkar di daerahnya.
“Awal saya terjun ke dunia politik karena berangkat dari desa. Saya mulai aktif di lingkungan RT dan RW, kemudian aktif di kegiatan kepemudaan di desa seperti Karang Taruna, sampai saya akhirnya jadi kader Golkar dan menjadi Kepala Desa Tegalluar,” tutur Dadang.
Untuk mengenal lebih jauh sosok Dadang Supriatna dan pencalonannya sebagai Bakal Calon Bupati Bandung 2021-2026, wartawan berkesempatan mewawancarai di rumahnya, Jalan Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung belum lama ini. Berikut petikannya:
Kenapa Anda begitu concern, peduli kepada anak yatim, ponpes, kaum dhuafa dalam program unggulan Anda sebagai Balonbup Bandung?
Itu kebiasaan yang saya lakukan sejak dulu sampai sekarang. Saya semenjak kelas dua SD sudah melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini mengaji, punten, puasa sunah Senin Kamis. Kebisaan itu terus saya lakukan sampai saya jadi pengusaha semenjak kelas 1 SMA.
Apalagi pada waktu jadi Kepada Desa Tegalluar, alhamdulillah waktu itu terus kita kembangkan perhatian kepada ustadz ustadzah. Mulai diperhatikan ada honorium dari dana desa, walaupun dulu tidak ada anggaran untuk itu seperti sekarang.
Jadi, artinya sejak saya jadi kepala desa tahun 1998 selama hampir 10 tahun itu sudah dilaksanakan. Bahkan sampai sekarang ini alokasi anggaran dana desa untuk ustad ustadzah tetap ada di Tegalluar. Saya berangkat dari desa dan tentunya kenapa saya perhatikan para ustadz karena jujur, waktu masih kecil saya merasa pernah dididik oleh ustadz dan ustadzah atau ajengan.
Tahun-tahun sebelumnya saya juga perhatikan hampir 1.800 yatim piatu dan jompo