Mereka, Wali Kota Parepare M Taufan Pawe, Anggota Komisi III DPR RI Supriansa, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, dan Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady.
Empat nama dikirim ke Ketum DPP Golkar itu setelah tidak ada keputusan dalam musda yang digelar di Ballroom The Hotel Sultan, Jakarta Pusat.
"Tepat pukul 10.30 WIB kita cabut skorsing musda. Kita juga sudah mendapat arahan dari Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto. Untuk itu kita memberikan waktu kepada juru bicara DPP, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Pak Nurdin Halid," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Muhidin M Said, Jumat (7/8/2020).
"Salam hangat dari ketua umum. Ternyata ketua umum memonitor seluruh rangkaian agenda musda dari pembuka hingga sampai waktu diskorsing," kata Nurdin Halid kepada peserta musda Golkar Sulsel.
Nurdin menyatakan bahwa Ketua Umum Airlangga Hartarto senang karena semua peserta melihat peserta bergembira. Iapun menganggap musda Golkar Sulsel ini yang paling tertib.
"Dasarnya apa, karena saat pak Amin Syam mundur Pak Ilham dan Pak Roem waktu itu tegang. Siapa yang selesaikan waktu itu, itu adalah orang bicara di hadapan anda," kata Nurdin.
"2010 saya diturunkan lagi menjadi saksi antara Pak (IAS) Ilham Arief Sirajuddin dan Pak Syahrul Yasin Limpo. Jadi ini empat kalinya saya mengurus musda DPD I Partai Golkar Sulsel," jelasnya.
Empat calon ketua Golkar Sulsel semua handal. Oleh karena itu kata NH, Pak Airlangga Hartarto menyampaikan salam.
"Pak Airlangga menyampaikan salam kepada empat calon ketua. Beliau sampaikan silakan lakukan musyawarah untuk menentukan calon. Kalau tidak bisa selesai, maka silakan foting. Makanya kita berikan beberapa menit untuk melakukan musyawarah," ujarnya.