Disebutkannya, politik memang bukan "hitungan pasti" tapi memenangkan pertarungan politik ada alat ukur dan alat pembandingnya. "Alat ukurnya adalah mempersiapkan figur-figur baru yang lebih baik untuk mengganti figur-figur yang telah pindah partai atau 'diam' tidak melakukan gerakan, dan alat pembandingnya adalah raihan suara/kursi Partai Golkar dalam setiap Pemilu grafiknya semakin turun, apalagi ke depan Bupati-nya 'bukan' lagi dari Partai Golkar, Kang DS (Dadang Supriatna) hari ini adalah Ketua PKB," ujarnya.
Subhan menuturkan, ketika kedua 'alat' ini Partai Golkar Kabupaten Bandung tetap abai dan tidak bisa menciptakan formulasi kemenangan, maka bukan mustahil dalam Pemilu 2024 nanti penguasa parlemen bukan lagi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Link aseli bisa dibaca disini >>>