Kabargolkar.com - Wali Kota Sorong yang juga Ketua Golkar Papua Barat, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM, inginkan Pasar Modern Rufei, yang digadang sebagai pasar termegah di Papua Barat, dapat segera diresmikan dalam waktu dekat.
Harapan itu disampaikan Lambert Jitmau, saat berbicara dalam kegiatan sosialisasi penempatan pedagang Pasar Modern Rufei, yang digelar Pemkot Sorong bersama para pelaku usaha/bisnis Pasar Boswesen, Kamis (08/4), digedung Samu Siret, Kota Sorong, Papua Barat.
Pemkot Sorong, kata LJ, terlebih dahulu ingin agar antara pemerintah dengan pelaku usaha yang bakal menempati pasar modern rufei, bersepakat mengenai hal tekhnis terkait relokasi pedagang dari pasar lama ke pasar modern rufei.
Lambert Jitmau bahkan sangat menyambut baik apabila dalam pelaksanaannya, proses relokasi berjalan lebih cepat agar pasar tersebut dapat segera ia diresmikan.
“Harapan saya paling lambat pada tanggal 19 April 2021, para pelaku bisnis telah pindah ke Pasar Modern Rufei. Kalau pasar Rufei sudah terisi dengan pelaku bisnis, maka akan diresmikan,” kata Walikota.
LJ (sapaan akrab Lambert Jitmau) juga menjelaskan, proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sorong jika pasar modern ini mulai beroperasi bakal meningkat tajam, dampak dari semakin banyaknya pelaku usaha/bisnis di kota sorong.
Apalagi dengan transformasi kota sorong menuju kawasan ekonomi khusus, akan membuat para pelaku usaha/bisnis semakin tertarik untuk berinvestasi di kota ini. Oleh karena itu menurut Lambert, penting agar disiapkan infrastruktur yang representatif dan terintegrasi.
Hadirnya pasar modern yang pernah dipresentasikan secara langsung di hadapan Presiden RI Joko Widodo ini juga dinilai Lambert, mampu menjadi katalis pemulihan ekonomi kota sorong, khususnya di masa pandemi covid-19.
Meski demikian, Lambert tetap menekankan, sejalan dengan upaya Pemerintah Pusat, dalam penanganan dampak ekonomi pandemi covid-19 harus dibarengi juga dengan disiplin ketat protokol kesehatan agar ekonomi kuat, namun rakyat tetap sehat.
"Pelaku bisnis di Kota Sorong akan terus bertambah, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sorong juga dapat meningkat, investasi juga meningkat, yang paling penting yaitu pasar ini bisa menjadi katalis untuk pemulihan ekonomi kita," sebut Ketua Golkar Papua Barat ini
"Tapi ingat, segala aktifitas ekonomi tetap dilakukan dengan menerapkan disiplin ketat protokol kesehatan," tandasnya.
Pasar Modern Rufei diketahui memiliki 496 los, yang terdiri dari 132 los untuk sembako/pecah belah, 48 los untuk pakaian/aksesoris, 24 los untuk warung makan, dan 292 los untuk sayur mayur.
Selain itu, kawasan pasar modern rufei, direncanakan dalam pengembangannya kedepan akan terintegrasi dengan sentra bisnis yang lain, salah satunya pasar ikan yang pembangunannya akan segera dimulai.