Kabargolkar.com - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku sedih mendengar kabar kota yang dipimpinnya kini kembali masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Pasalnya segala upaya penangan telah diupayakan untuk bisa membuat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lepas dari pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan Benyamin Davnie dalam keterangan yang diterima media, Kamis (1/7/2021).
"Iya sedih juga, Tangsel kembali masuk lagi zona merah padahal kemarin oranye," ungkap Benyamin.
Politisi Partai Golkar itu menyebut indikator penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang Selatan dalam beberapa pekan belakangan salah satunya adalah penurunan disiplin protokoler kesehatan di masyarakat.
"Indikatornya nggak jauh dari situ, tingkat kepatuhan menurun, kemudian walaupun angka kematian kita turun tapi angka positif rate-nya nggak berubah, kemudian angka kesembuhan juga turun," lanjutnya.
Oleh sebab itu, dirinya merespon positif penerapan PPKM Darurat yang akan diselenggarakan 3 - 20 Juli 2021 mendatang. Dimana dengan adanya pengetatan kegiatan dan aktivitas di masyarakat serta dengan menggelorakan semangat disiplin prokes akan bisa membuat peningkatan kasus Covid-19 kembali menurun.
"Yang pasti kita setuju dengan adanya PPKM Darurat. Kita akan melakukan pengetatan PPKM Mikronya di Tangsel, kira-kira seperti itulah. Tapi nanti mau saya bahas dulu dengan satgas dan teman-teman OPD, kita PSBB kayak dulu lagi," tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diambil dari laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/, hingga saat ini angka peningkatan kasus di wilayah Kota Tangerang Selatan sendiri terpantau masih cukup tinggi.
Berdasarkan data terakhir tanggal 30 Juni 2021 kemarin ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 116 kasus. Dimana saat ini sudah ada 13.282 kasus positif Covid-19 di wilayah Kota Tangsel, 11.352 orang telah dinyatakan sembuh, 1.501 orang masih menjalani perawatan dan isolasi, dan 429 orang meninggal dunia.