Kabargolkar.com - Puisi berjudul 'Untukmu Para Pejuang Medis' kembali ramai di media sosial. Puisi tersebut berisi apresiasi dan ungkapan terima kasih Ketua DPD Golkar Jatim kepada para tenaga medis yang berjibaku menanggulangi COVID-19.
Diketahui, Anggota DPRD Surabaya Arif Fathoni yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya mengunggah kembali puisi tersebut ke dalam akun TikTok. Ia mengatakan bahwa kondisi saat ini persis seperti awal COVID-19 masuk Indonesia, yakni banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal.
"Kondisi saat ini persis sama dengan awal COVID-19 masuk di Indonesia. Saat itu banyak tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan penyelamatan nyawa warga Indonesia berguguran satu persatu. saat itu tenaga kesehatan berjuang di tengah kondisi objektif masyarakat yg belum teredukasi secara maksimal tentang bahaya COVID-19. Namun saat ini, di tengah masyarakat yang mulai memahami bahaya COVID-19, di saat serangan varian baru COVID-19, masih saja kita mendengar berita yang menyayat hati para tenaga kesehatan terus berguguran," ungkap Toni dalam keterangannya seperti yang kami lansir dari laman detik.com, Minggu (11/7/2021).
Menurut Toni, puisi yang dibuat oleh Ketua DPD Golkar Jatim sangat relevan dengan kondisi saat ini. Selain bantuan fisik, doa adalah bantuan yang terbaik agar para tenaga kesehatan dan yang lainnya bisa tetap kuat menjadi penopang utama penanggulangan COVID-19.
"Saya kembali melihat file yang berisi puisi Ketua Sarmuji, yang kalau kita dengarkan bait per baitnya masih relevan dengan kondisi sekarang. Itu hanya untaian kata. Namun saya meyakini bahwa kata adalah doa. Makanya, saya repost kembali. Itulah representasi doa kami keluarga besar Partai Golkar yang dimunculkan melalui sajaknya," papar Toni.
Toni, yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya, berharap masyarakat yang mendengar puisi tersebut memahami bahwa perjuangan melawan pandemi ini masih belum selesai. Ia mengajak masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan demi mengurangi beban berat para tenaga kesehatan.
"Tidak ada satu pun harta yang senilai dengan perjuangan para tenaga kesehatan sehingga masyarakat memahami wabah ini belum selesai. Mari patuhi protokol kesehatan untuk membantu beban berat para tenaga kesehatan seluruh Indonesia," tutup Toni.