Kabargolkar.com - Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Pemerintah Kabupaten Sinjai segera mencarikan solusi masalah banjir yang setiap tahun melanda daerah itu.
Anggota DPRD Sinjai, Muhammad Wahyu berharap agar Pemkab Sinjai segera membentuk Tim Penanganan Banjir.
" Kami minta pihak Pemkab segera membentuk Tim Penanganan Banjir. Tim inilah yang bekerja untuk mengatasi bannir," kata politisi Partai Golkar Sinjai, Minggu (11/7/2021).
Selain itu, ia juga mendukung pemerintah kabupaten dalam perencanaan pembangunan embun atau waduk untuk menangani banjir yang selalu melanda Kota Sinjai yang sesuai hasil studi banding pemerinth bersama unsur Muspida.
" Tapi itu masih perencanaan jangka panjang dan harus segara ada tindakan nyata pemerintah, karena saya lihat beberapa lokasi, memang air di drainase tidak mengalir," kata Kerua Fraksi Partai Golkar Sinjai ini.
Pada Kamis (8/7/2021) lalu, terdapat 200 unit rumah yang terendam banjir.
Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai telah mendata jumlah rumah yang terdampak bencana alam banjir pada Jumat (9/7/2021) lalu.
Pendataan itu dilakukan sejak kemarin pasca tiga kelurahan dilanda banjir dan tanah longsor serta satu desa.
" Pada banjir kemarin ada 200 unit lebih rumah yang terendam dan tiga unit rumah tertimpa tanah longsor," kata Kepala BPBD Sinjai, Budiaman kepada TribunSinjai.Com, siang tadi.
200 unit rumah itu tersebar di Kelurahan Biringere, Kelurahan Balangnipa, separuh di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
Sebagian berada di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur.
Selain 200 unit rumah juga seluruh kantor pemerintah yang ada di kelurahan tersebut ikut terendam.
Termasuk Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai, Rumah Jabatan Sinjai dan Pondok Pesantren Al Markaz Sinjai, Markas Kodim 1424 Sinjai dan RSUD Sinjai.
Sedang tiga unit rumah yang terdampak tanah longsor yakni berada di Lingkungan Taipa, Lingkungan Batupake, masing-masing tiga unit rumah.
Penyebabnya setelah hujan deras melanda air banjir bah masuk ke dalam rumah warga. Bersamaan itu, air pasang juga naik.
Sehingga air bah tertampung di dalam kota Sinjai yang mengakibatkan masuk ke dalam rumah warga.
Terpisah, Bupati Sinjai berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di drainase dan membantu pemerintah menjaga kebersihan.