Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Efektif Menanggulangi Dampak Pandemi, Mendagri minta Kepala Daerah Lain Teladani sikap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie
  Nyoman Suardhika   27 Juli 2021
Credit Photo / Detik.com

Kabargolkar.com - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, pihaknya telah menggunakan dua metode
agar penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok bisa sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Pertama, kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi. Adapun langkahnya, setiap setiap item bantuan dibeli habis oleh Baznas dan disalurkan secara gratis.

"Bantuan ini bukan uang saya, melainkan uang yang kami kumpulkan dari aparatur sipil negara (ASN) pemprov dalam bentuk zakat mal. Kemudian, dikelola oleh Baznas dan dibagikan kepada rakyat,” ujar Rusli, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Metode kedua, lanjut dia, melalui subsidi Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.

Rusli mengaku, metode tersebut cukup lambat terealisasi karena harus ditender atau dilelang dengan nilai anggaran sebanyak Rp 18 miliar.

Semua bahan pokok, kata dia, harus ditender. Pemenang harus menyanggupi dan menyediakan semua bahan pokok yang akan didistribusi kepada 90.000 kelompok penerima manfaat (KPM).

Untuk diketahui, sejak Covid-19 melanda Gorontalo pada Kamis (9/4/2021), Pemprov Gorontalo tidak berhenti menyalurkan bantuan untuk warganya. Salah satu upaya yang digencarkan pemprov adalah melalui program bakti sosial (baksos) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Peduli.

Program NKRI Peduli sudah digulirkan Pemprov Gorontalo sejak 2012. Sebelumnya sasaran program ini hanya untuk warga kurang mampu.

Namun, bantuan diberikan secara meluas pada 2021 ke pengemudi becak motor (bentor) atau ojek online (ojol), pelaku pariwisata, karyawan hotel, kuli pelabuhan, bandara, hingga terminal.

Menurut data Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Gorontalo, Baksos NKRI Peduli per Juli 2021 sudah menjangkau sebanyak 34 kecamatan, 221 desa dan 19.604 KPM. Rusli menyebutkan, nilai bantuan tersebut memang tidak seberapa apalagi bagi kaum berada.

"Tapi bagi orang kecil itu sangat berarti. Bantuan yang kami berikan berupa beras 5 kilogram (kg), minyak 1 liter, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, ikan segar 1 kg, serta bumbu-bumbu - bawang merah, bawang putih dan cabai 1/ Masing-masing 5 kg,” ujarnya.

Namun, setelah evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bantuan Pemprov Gorontalo pada 2021 sedikit mengerucut. Oleh karena itu, sebut Rusli, program bantuan harus dilakukan dengan sistem tender.

“Akibatnya, rempah-rempah dengan nominal fluktuatif dan mudah basi terpaksa harus dihilangkan. Akan tetapi, bantuan beras ditambah nilainya menjadi 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 1 kg dan ikan segar 1 kg,” jelas Politikus Senior Partai Golkar tersebut.

Sebagai informasi, Gubernur Rusli telah me-refocusing dana alokasi umum (DAU) APBD Pemprov Gorontalo senilai Rp 75,2 miliar dari Rp 940 miliar.

Refocusing anggaran tersebut ia gunakan untuk penanganan Covid-19. Sementara itu, sebanyak Rp 14 miliar dimanfaatkan untuk membiayai insentif tenaga kesehatan (nakes).

Pemprov Gorontalo mengaku, serapan anggaran untuk insentif nakes terbilang sangat baik

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.