Saya minta DPD ll jujur. Kalau ditanya bagaimana saksi TPS, jawabnya selalu siap. Tapi ketika dicek lapangan saksi tidak ada. Ironisnya, Ketua DPD ll rajin menanyakan uang saksi. Bahkan ada ketua DPD mengatakan kalau Rp 100.000 , saksi tidak mau. Ini aneh, Ketua DPD kok ngomongnya seperti itu, kata Sahat dengan nada tinggi.
Sahat yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur menjelaskan, nama nama yang diajukan oleh DPD ll setelah diverifikasi ternyata orangnya tidak ada. Kalaupun ada orangnya, ternyata dia bukan kader. Kasus semacam ini banyak sekali ditemukan.
Ada lagi kasus lain, uang saksi sudah diberikan ke DPD, ternyata tidak sampai ke petugas saksi TPS. Hal hal begini, mana bisa Golkar menang. Ini harus disudahi. Kalau tidak mampu, DPD Golkar Provinsi akan mengevaluasi. tandas Sahat.