Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, partai berlambang beringin tak mau ambil pusing soal isu poros partai politik jelang Pemilu 2024.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini mengatakan, bahwa konfigurasi politik masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Alasannya, kata Sarmuji, pemilu 2024 masih tiga tahun lagi. "Pemilu masih jauh, konfigurasi politik masih bisa berubah," kata Sarmuji dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).
Sarmuji menegaskan, Partai Golkar sampai saat ini masih bisa berkomunikasi baik dengan siapa saja, terutama untuk Pilpres 2024.
Bahkan, Sarmuji mengungkapkan, Golkar juga telah membuka diri jika ada partai mau bekerja sama di Pilpres 2024.
"Golkar bisa berkomunikasi baik dengan siapa saja. Yang pasti suasana Golkar yang sejuk bisa merangkul siapapun untuk bergabung," tegasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji mengungkapkan, syarat berkoalisi dengan Golkar harus satu visi tentang Indonesia yang majemuk.
"Serta menjadikan Pancasila ideologi negara sekaligus perekat nasional. Di luar itu, harus memiliki berjuang untuk menaikkan elektabilitas capres dan memenangkan pilpres," tutupnya.
Sebelumnya, pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai adanya kemungkinan tiga poros di Pilpres 2024 mendatang.
Di antaranya poros PDIP-Gerindra melawan Golkar-NasDem.
Gun Gun melihat dari pergerakan aktor-aktor partai politik yang memiliki kecenderungan akan terdapat tiga poros di Pilpres.
Kemungkinan, poros pertama akan diisi PDIP dan Gerindra. Poros kedua, NasDem, Golkar, dan PKS.
Sedangkan poros ketiga akan diisi oleh partai-partai menengah, seperti PKB, PPP, PAN, dan Demokrat.
Gun Gun mengatakan, poros pertama akan mencalonkan pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Puan Maharani.
"Secara chemistry tidak ada masalah Prabowo dan Mega. Kedua, akan diinisiasi oleh Golkar dan NasDem. Golkar akan menjadikan Airlangga sebagai kandidat yang didorong. Entah itu RI 1 atau RI 2," ucap Gun Gun saat dikonfirmasi, Rabu (3/11/2021).