Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengajak seluruh
kader muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman agar organisasi tetap relevan di tengah perubahan sosial, politik, dan teknologi. Sikap adaptif dinilai menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan baru sekaligus menjaga eksistensi partai di tengah masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan pendekatan yang pernah berhasil pada masa lalu belum tentu mampu menjawab kebutuhan saat ini. Karena itu, kemampuan menyesuaikan diri menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu dini hari.
Pesan tersebut disampaikan setelah pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda Nasional PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Gelombang III Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) AMPG. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya partai dalam memperkuat kapasitas kader melalui pengembangan wawasan politik serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.
Dalam kesempatan itu, M. Sarmuji menegaskan pentingnya kemampuan membaca perubahan agar partai tetap mampu menjawab kebutuhan zaman. "Apa yang kita lakukan kemarin belum tentu cocok dengan apa yang kita hadapi hari ini," ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan diklat tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan politik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kuat serta kemampuan kader dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan bekal tersebut, kader muda diharapkan mampu menjadi pemimpin yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.
Program ini merupakan bagian dari strategi Partai Golkar dalam menyiapkan kader muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, partai berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Rapimnas yang dihadiri oleh 36 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPG dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan arah organisasi setelah seluruh DPD Partai Golkar tingkat provinsi menuntaskan pelaksanaan musyawarah daerah.
Ia menyebutkan bahwa Rapimnas dan Diklat Kader Muda merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji. Melalui kegiatan ini, AMPG didorong untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kader di berbagai tingkatan kepengurusan.
Said Aldi Al Idrus juga mengungkapkan bahwa peserta diklat kali ini merupakan para Ketua AMPG tingkat provinsi yang baru terpilih melalui musyawarah daerah Partai Golkar. Oleh sebab itu, kegiatan difokuskan pada penyamaan visi, misi, serta arah kebijakan organisasi agar seluruh pengurus memiliki kesamaan langkah dalam menjalankan program kerja.
Dengan kesamaan visi tersebut, para Ketua AMPG diharapkan mampu menggerakkan organisasi secara selaras mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa. Konsolidasi yang kuat diyakini akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran Partai Golkar pada masa mendatang