kabargolkar.com, KUPANG – Perayaan Natal baru dikaksanakan pada 25 Desember, tapi Partai Golkar NTT telah menggelar Natal Bersama yang dirangkai dengan peringatan HUT NTT ke-63. Di momen ini, pengurus dan seluruh jajaran Partai Golkar diingatkan harus seperti Kristus yang menggerakkan dan selalu menyatakan solidaritas dengan orang lain (rakyat).
Peringatan iman ini disampaikan Pendeta Yandi Manobe, S.Th dan Romo Amance Nini, Pr, dalam pesan Natalnya, ketika memimpin ibadah Natal Bersama di kantor Golkar NTT, Selasa (21/12) malam.
Romo Amance dan Pdt. Yandi juga menantang pengurus dan simpatisan Partai Golkar untuk selalu menyatakan solidaritasnya dengan warga masyarakat.
Natal Bersama keluarga besar Golkar NTT itu dihadiri Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Sekretaris DPD I Golkar NTT, Dr. Inche Sayuna, sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD NTT, DPRD Kota Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang. Juga, para pengurus DPD I Golkar NTT, pengurus Golkar Kota Kupang, pengurus Golkar Kabupaten Kupang.
Hadir pula masyarakat, keluarga Golkar dan juga pelaku UMKM yang selama 11 hari mengisi Food NTT Festival and Christmas Bazar di halaman Kantor Golkar NTT.
Romo Amance yang mengocok perut semua yang hadir dengan pantun-pantun jenakanya mengingatkan semua yang hadir bahwa Natal itu adalah peristiwa solidaritas Tuhan dengan manusia.
“Tuhan itu Allah, tetapi Dia mau jadi manusia, sama seperti kita kecuali dalam hal dosa. Dia mau jadi manusia karena solider dengan kita. Maka kita juga mesti bersolider dengan sesama kita,” kata Romo Amance.
Merujuk pada tema Natal Nasional, “Kasih Kristus Menggerakkan Kita”, Kepala SDK SMPK St. Yosep Kupang itu menantang pengurus dan simpatisan Golkar. “Kasih Kristus itu menggerakkan kita untuk bersolider dengan masyarakat. Apakah kita juga tergerak? Pohon Beringin Golkar itu punya akar yang kuat yang menaungi semua orang,” kata Romo Amance.
Senada dengan Romo Amance, Pdt. Yandi Manobe juga menantang Golkar untuk selalu bersolider dan berbuat baik dengan siapa saja. Menggunakan bahasa sederhana dan praktek hidup sehari-hari, Pdt. Yandi mengingatkan pengurus Golkar harus seperti Kristus yang menggerakkan dan menyatakan solidaritas dengan orang lain.
Acara Natal Bersama itu dirangkai dengan penutupan bazar sembako yang berjalan selama 11 hari, dan juga pengumuman pemenang stand up komedi.