“Saya tahu pemasangan baliho itu dikerjakan oleh sekelompok anak muda setempat karena mereka memang pendukung Golkar dan juga Pak Ketum AH sebagai Capres 2024,” jelas Yohanes K Gore, Anggota Fraksi Golkar DPDR Nagekeo, sebagaimana disampaikan kepada Thomas Duran dari teras-ntt.com, Minggu (16/1/2022).
AH Punya Modal Ciamik
Pengamat politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, Dr Ahmad Atang mengatakan, bisa dimaklumi jika baliho dan nama AH sebagai Capres 2024 bergema luas hingga pedesaan di NTT. Permakluman itu tentu dengan sejumlah alasan.Ia menyebut diantaranya adalah karena NTT memang “bercorak kuning” sebagai kekhasan Golkar.
“Sejauh yang saya tahu, Golkar di NTT tidak hanya berjaya selama era Orde Baru. Golkar ternya tatetap keluar sebagai partai pemenang saat Reformasi, terkecuali pada pemilu 2019 lalu, yang ditingkat provinsi hanya kalah sekitar 3.000 suara dari PDI Perjuangan. Modal politik itu menjadikan NTT tidak hanya sebagai basis Golkar, namun juga dimungkinkan menjadi basisnya AH,” jelas Atang, Senin (17/1/2022) petang.
Atang sedikit menyentil pendekatan berbagai survei yang cenderung hanya menekankan pendekatan metodologi akademiknya. Sebaliknya, cenderung mengabaikan modal politik sebagai kekuatan ciamik yang dimiliki sejumlah tokoh.
Ia menyebut contohnya pada diri AH. Diakuinya, berbagai hasil survei menggambarkan elektabilitas AH masih belum menggembirakan. Namun sejauh ini tidak pernah terpublikasikan jika AH sebenarnya memiliki sejumlah modal politik yang sangat kuat.
“Publik Indonesia hingga pedesaan harus tahu kalau Pak AH sebagai Capres 2024 telah memiliki sejumlah modal politik yang sangat kuat. Satu di antaranya adalah beliau telah mengantongi tiga per empat atau 75 persen tiket menuju arena pertarungan pilpres 2024. Sebaliknya ada sejumlah tokoh capres yang menurut survei elektabilitasnya bagus, namun urusan tiketnya masih teka teki,” tegas Atang.
Selain itu, keluarga besar Golkar se-Indonesia dari tingkat DPP hingga desa/keluarahan, dari sisi mesin partainya, satu suara untuk AH. “Saya dengar para dewa Golkar di Jakarta juga satu suara untuk AH,” tambah Atang.
Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena dalam rapat pleno diperluas, Minggu (16/1/2022) malam, meminta seluruh jajarannya di provinsi ini agar terus bergerak menghidupkan mesin partai di tengah masyarakat sekaligus menggemakan AH sebagai Capres 2024.
Sudah saatnya suara dari pedesaan NTT lebih kencang bersama AH dan juga bersama Golkar.