Menurit dia, kaum muda juga harus terlibat dalam partai politik di SBD termasuk menjadi caleg. Karena itu masih dirumuskan anak muda milenial dan kaum perempuan yang siap jadi caleg. Kesiapan itu, kata dia, dilihat dari potensi dan kapasitasnya, mau bekerja, dan juga mau mempersiapkan logistik untuk bisa turun ke lapangan. Mereka yang tidak ragu bertemu masyarakat berpotensi untuk jadi caleg DPRD kabupaten.
“Anak muda sekarang dan para tokoh perempuan jangan pernah takut untuk mengambil bagian dalam bidang politik. Yang penting menyiapkan diri dengan baik. Asal bisa siapkan diri, Golkar akan memberikan panggung bagi anak muda milenial dan kaum perempuan,” imbuh dia.
Dia menambahkan, target delapan kursi di DPRD SBD bukanlah sesuatu hal yang muluk. Demikian pula untuk DPRD provinsi, dari satu kursi se-daratan Sumba pada pemilu yang lalu ditarget jadi tiga kursi. “Politik itu soal mau kerja atau tidak. Masalah lawan hebat atau tidak, itu urusan lain. Jika kita sendiri tidak mau bekerja dengan segala yang dimiliki untuk cari suara, itu susah. Karena yang dilihat adalah mereka yang punya kemampuan, mau bekerja untuk cari suara,” tegasnya.