Kabargolkar.com - Urusan pendidikan, kesehatan dan ekonomi tidak bisa dipisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Ekonomi suatu daerah akan baik jika pendidikan masyarakatnya baik dan kualitas kesehatannya bagus.
Demikian pandangan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Nadiman, saat jadi pembicara dalam saresehan yang diikuti para bakal calon Bupati dan Anggota legislatif dengan tema "Menakar Potensi SDA dan SDM Menuju Kabupaten Garut Yang Maju, Mandiri , Sejahtera dan Juara" pada Selasa, 7 Maret 2023, di Bumi Cafe Jln. Cimanuk, No.97 Jaya Raga, Kabupaten Garut.
“Ekonomi kita itu akan merangkak naik apabila pendidikan kita bagus dan kesehatan kita juga bagus,” kata dia.
Sayangnya, ujar Nadiman, tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan masyarakat Garut masih jauh dari harpan.
“Jika dirata-ratakan, lama masyarakat Garut mengenyam pendidikan 7,5 tahun. Artinya hanya sampai kelas 2 SMP,” kata Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Golkar tersebut.
Menurut Nadiman, rata-rata mengenyam bangku sekolah di Garut masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan dinegara-negara maju.
“Kalau negara maju pendidikannya pasti sarjana. Sarjana itu Kurang lebih 12 + 4 tahun, artinya sudah mendekati angka 20 tahunan,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Begitu pun dengan sektor kesehatan. Nadiman menilai tingkat kesehatan msyarakat Kabupaten Garut pun masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan negara maju.
Secara khusus ia menyoroti soal fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut. Nadiman ingin daerahnya segera memiliki rumah sakit yang representatif dan bisa memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat supaya anak-anak bisa tumbuh sehat dan pintar serta semua penududuk sehat supaya produktif dalam kesehariannya.
“Kita harus yang punya infrastruktur yang monumental. Rumah Sakit harus punya yang 10 lantai, pendidikan harus yang punya yang baik, kemudian ekonomi pun sama.,” tandasnya.