Berdasarkan hasil survey, kata Mardalena, Rokan Hilir cukup tajam dalam penurunan angka stuntingnya. Dimana, dari 27,9 persen pada Tahun 2021 kini (2023) menjadi 14,7 persen. Menurutnya ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi Pemkab Rokan Hilir.
"Ini tidak terlepas dari komitmen dari semua pihak dan ini perlu di apresiasi sehingga hari ini kita melaksanakan forum koordinasi untuk menyatukan persepsi dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Rokan Hilir," katanya.
Tambah Mardalena, pada Tahun 2021 yang lalu Kabupaten Rokan Hilir masih berada pada posisi 12 dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. Pada Tahun 2023 berada di angka 5 se- Provinsi Riau. "Menurunkan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah saja, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak," ujarnya.
Rapat forum koordinasi percepatan prnurunan stunting juga dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir H Sulaiman, SS,MH, Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Basiran Nur Efendi SE, Sekretaris Daerah Rokan Hilir H Fauzi Efrizal, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hilir Yuliarni Appy, SH.MH, Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rokan Hilir Ir. Rozalinda ME, Ketua PKK Rohil Sanimar S.Pd, Pasi Pers Kodim 0321 Rokan Hilir Lettu Inf Sudarwanto, para kepala OPD, Camat Pasir Limau Kapas Suwarno S.Kom dana para Camat lainnya, para Kepala Puskesmas, para Lurah dan Datuk Penghulu Panipahan Darat Syofyar S.Pd beserta para datuk penghulu lainnya dan lainnya. (monitorriau.com)