Kabargolkar.com - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimatan Tengah, Hasan Busyairi, mendorong generasi muda berperan dalam pengembangan pertanian dengan terjun langsung dalam bidang tersebut.
"Kita cukup prihatin sekarang generasi muda atau milenial enggan untuk terjun langsung menjadi petani." kata Hasan di Palangka Raya pada Rabu (6/7/23).
Dia mengatakan, kurangnya minat generasi muda sekarang untuk bertani dikarenakan banyak dari mereka menganggap bertani adalah pekerjaan yang kurang menjanjikan untuk masa depan.
"Harus dihilangkan anggapan seperti itu, generasi muda harus menjadi penerus dalam pembangunan di sektor pertanian di wilayahnya, dan bisa mengembangkan teknologi pertanian yang lebih modern," ucap politisi dari partai Golkar tersebut.
Dijelaskannya, berbagai pekerjaan maupun pengembangan usaha di sektor pertanian, selain penyedia bahan pangan untuk ketahanan dengan masyarakat, juga bisa dilakukan dengan mengembangkan argowisata seperti Bali dengan sistem pertanian subaknya yang sudah mendunia.
"Apalagi daerah kita ini banyak lahan kosong yang belum tergarap atau produktif, sehingga bisa dimanfaatkan dengan ditanami hasil pertanian seperti jagung, semangka, ubi, sayuran dan lainnya." tututrnya.
Ia mengkawatirkan apabila generasi muda di Palangka Raya enggan melirik berbagai usaha di sektor pertanian, ke depan berakibat pada krisis pangan dan banjirnya komoditas pertanian dari luar daerah yang tentu harganya akan lebih mahal.
"Generasi muda sekarang jangan hanya berpikir menjadi pekerja kantoran saja, tapi bisa berwirausaha salah satunya menjadi petani milenial," terangnya.
Hasan berharap generasi milenial tidak perlu malu untuk menjadi seorang petani, karena bertani merupakan pekerjaan mulia dan salah satu cara membantu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Saya juga berharap peran Pemerintah dalam membantu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari generasi milenial untuk pengembangan pertanian di daerah dan ikut mendorong generasi muda terjun langsung menjadi petani." demikian tutur Hasan Busyairi.