Pendatang baru politisi Partai Golkar di Dapil. Malang Raya, Ahmad Irawan yang membuka posko bagi generasi milenial di Malang. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES indonesia)
kabargolkar - Politisi pendatang baru Partai Golkar, Ahmad Irawan optimis masih ada celah menjaring suara dari kalangan pemilih milenial dari Dapil Jatim V atau Dapil Malang Raya.
Wakil Bendahara Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PPAMPG) ini, Minggu (20/8/2018) membuka "rumah" posko pemenangannya di kawasan Perumahan Elite Araya D2 no 33, Kota Malang.
Posko inilah yang akan digunakan untuk membuat konsep-konsep bagi generasi milenial dalam menciptakan kampanye kreatifnya karena medan kampanye di Dapil V Malang Raya ini diakui cukup unik.

Ia baru berusia 29 ini, baru empat bulan menekuni politik praktis dan ternyata ia berhasil menempati urutan kelima penjaringan calon anggota DPR RI dari partai berlambang pohon beringin ini.
"Alhamdulillah meski saya masih baru, namun saya akan berbuat sebaik mungkin mengembalikan kejayaan partai Golkar, " kata Irawan yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang lawyer ini.
Ia tidak menampik bahwa Dapil Malang Raya sebagai dapil "neraka" karena para elite partai yang mencalegkan diri untuk DPR RI atau para incumbent itu kuat-kuat. Mereka didukung militansi audiensnya dan finansial yang mumpuni.
Namun Ahmad Irawan optimis bahwa masih ada satu pintu masuk untuk mengakomodir kekecewaan pemilih terhadap anggota legislatif petahana. Ruang kekecewaan itulah yang membuka lebar terhadap perubahan pilihan.
Ahmad Irawan yakin jumlah itu tidak kecil. "Dan yang kecewa belum tentu hanya pemilihnya saja. Struktur partaipun bisa jadi kecewa juga. Itulah yang menjadi pintu masuk kami, " paparnya.
Generasi milenial, lanjut dia, jumlahnya tidak sedikit. Kalau dimana-mana disebutkan jumlahnya berkisar antara 40%. Kalau misalnya jumlah pemilih di dari Dapil Malang Raya 2 juta pada pemilu 2019 nanti maka ada 800 ribu suara generasi milenial.
Kalau suara Golkar 267 ribu karena sistem pemilu kita adalah suara terbanyak maka maksimum suara caleg petahana itu berada dalam kisaran 47 ribu. Sementara representasi suara generasi milenial itu 800 ribu. "Masak tidak bisa menggaet dari 800 ribu itu," katanya.

Sementara sebaran suara di desa-desa rata-rata satu desa itu antara 6 ribu sampai 8 ribu. Sementara di Kabupaten Malang saja ada 367 desa. "Kalau dalam satu desa bisa peroleh suara 1000 sampai 2000 suara, maka peluang itu kan besar, " tambahnya.
Namun yang jelas, lanjut Ahmad Irawan, hasil penelusuran di lapangan selama. Ini, hawa dari generasi milenial di Dapil Malang Raya yang menginginkan adanya perubahan di desa-desa begitu kuat. Hawa inilah yang akan dikelola caleg dari Partai Golkar ini secara maksimal.{
timesindonesia}