Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hadapi Pemilu 2024, Golkar Bertekad Jadi Partai dengan Kemenangan Mayoritas di Jabar
  Bambang Soetiono   25 Agustus 2023
Bendera Partai Golkar. /ANTARA

kabargolkar.com - Sejarah Golkar selalu berbicara tentang kemenangan, bahkan partai ini langganan
mendapatkan kemenangan dengan prosentase perolehan suara di atas 60%. Hal ini menjadikan Partai Golkar sebagai kekuatan politik single majority pada zamannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily atau Kang Ace.

“Pada Pemilu 1987 dan Pemilu 1992, Golkar bahkan menang di atas 70 persen,” kata Ace beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu, sejarah telah mencatat pada Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, hingga 1997 dengan kontestan yang terdiri dari PPP, Golkar, dan PDI, sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 1975, Golkar selalu berada di posisi menang.

Pada Pemilu 1971, Golkar menang 62,82% atau 236 kursi, pada Pemilu 1977 (62,11%) atau 232 kursi, Pemilu 1982 (64,43%) 242 kursi, Pemilu 1987 (73,16%) 299 kursi, Pemilu 1992 (68,10%) 282 kursi, dan Pemilu 1997 (74,51%) atau sebanyak 325 kursi.

“Selanjutnya pada era reformasi di bawah kepemimpinan Presiden B.J. Habibie yang mendorong terbentuknya UU Bidang Politik, di mana dalam rangka pemilu, menurut UU terkait peserta pemilu adalah partai politik. Maka pada saat itu, Partai Golkar dideklarasikan pada 7 Maret 1999, sedangkan Pemilu 1999 dilakukan pada bulan April 1999,” kata Ace.

Saat itu, deklarasi Partai Golkar dilakukan melalui rapat terbuka di Gelora Bung Karno, dihadiri oleh sekitar 150.000 peserta.

“Pada Pemilu 1999 Partai Golkar memperoleh 22,44% suara atau 120 kursi di DPR. Pemilu 2004 Golkar berhasil memperoleh 21,58% atau 128 kursi atau naik 8 kursi,” ucapnya.

Pada Pemilu 2009 Golkar hanya mampu memperoleh 14,45% suara (107 kursi) atau turun 20 kursi. Pemilu 2014 14,75% atau 91 kursi (turun 16 kursi) kemudian pada Pemilu 2019, Golkar harus rela memperoleh 12,57% (85 kursi) atau turun 6 kursi.

“Maka dari itu melihat sejarah panjang Partai Golkar maka pada Pemilu 2024 maka Partai Golkar harus memang terutama di Jawa Barat,” ucap Ace.

Landasan Kerja

Ace kemudian memaparkan landasan kerja Partai Golkar 2024-2029 sebagai bekal para bakal calon anggota legislatif Golkar turun ke masyarakat. Empat pilar landasan kerja Golkar antara lain ekonomi dan ketenagakerjaan, kesejahteraan sosial, demokrasi yang berkeadilan, serta pelayanan publik, pertahanan, dan keamanan.

“Empat pilar tersebut senantiasa didasarkan pada ideologi Pancasila, dengan komitmen membangun dan menjaga keseimbangan antarseluruh golongan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan beberapa hal terkait percepatan yang dilakukan Partai Goloar selama ini di antaranya mempercepat transformasi ekonomi. Yakni dengan cara memperkuat Indonesia sebagai pelaku ekonomi digital.

“Memperkuat kurikulum dan berbagai program peningkatan keterampilan digital, salah satunya pemrograman komputer (coding). Kemampuan dasar itu diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pendidikan tinggi itu juga menjadi langkah-langkah yang terus diperjuangkan Partai Golkar dalam mendorong pembangunan bangsa,” ucapnya.

Kemudian meningkatkan pengetahuan digital di kalangan masyarakat sembari menambah kecepatan jaringan internet di seluruh Indonesia. Memperkuat usaha-usaha rintisan (startup) dalam meningkatkan kemampuan usahanya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.