Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI
dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada M. Sarmuji yang telah dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian Republik Indonesia.
M. Sarmuji resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sebelum mendapat amanah sebagai Menteri Perindustrian, Sarmuji dikenal sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.
“Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Saudara M. Sarmuji atas amanah baru sebagai Menteri Perindustrian. Ini merupakan kepercayaan besar sekaligus tanggung jawab yang sangat strategis bagi masa depan industri nasional. Saya berharap dengan pengalaman, kepemimpinan dan tangan dingin beliau, Kementerian Perindustrian ke depan semakin kuat, responsif dan mampu menghadirkan terobosan-terobosan strategis,” ujar Gandung Pardiman.
Menurut Gandung, sektor industri memiliki posisi sangat penting sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, pencipta lapangan kerja, sekaligus instrumen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.
Karena itu, momentum pergantian kepemimpinan di Kementerian Perindustrian harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebijakan industrialisasi nasional dan memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif menghadapi dinamika ekonomi global.
"Dorong Terobosan Strategis di Kawasan Industri"
Gandung berharap Menteri Perindustrian M. Sarmuji dapat memberikan perhatian serius terhadap penguatan Kawasan Industri sebagai bagian dari ekosistem industrialisasi nasional.
Menurutnya, kawasan industri tidak cukup hanya dipandang sebagai lokasi investasi, tetapi harus dikembangkan menjadi ekosistem industri yang terintegrasi, efisien dan memiliki daya saing.
“Kita berharap Pak Sarmuji dapat menghadirkan terobosan dalam pengembangan kawasan industri. Kawasan industri harus benar-benar menjadi rumah bagi tumbuhnya industri nasional, dengan dukungan infrastruktur, energi, logistik, bahan baku, sumber daya manusia dan kepastian regulasi yang semakin baik,” kata Gandung.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri juga harus mampu memperkuat keterkaitan antara industri besar dengan industri kecil dan menengah, termasuk UMKM, sehingga manfaat industrialisasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
"Perkuat SNI untuk Melindungi Konsumen dan Industri Nasional"
Gandung juga menaruh harapan besar kepada M. Sarmuji untuk memperkuat kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurutnya, SNI harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk nasional, sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen dan menciptakan persaingan usaha yang sehat.
“SNI harus kita dorong bukan sekadar sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen peningkatan kualitas dan daya saing produk Indonesia. Kita ingin produk dalam negeri semakin berkualitas, dipercaya konsumen dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” tegas Gandung.
Ia berharap Kementerian Perindustrian dapat melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan standardisasi agar penerapannya efektif, tidak membebani industri secara tidak proporsional, serta tetap memberikan kepastian dan perlindungan bagi pelaku industri nasional.
"Perkuat Ekosistem dan Daya Saing Kendaraan Listrik Nasional:
Agenda strategis lainnya yang menjadi perhatian Gandung adalah penguatan ekosistem dan daya saing kendaraan listrik nasional