kabargolkar.com, PANGKEP - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, mengusulkan 3 nama bakal calon wakil bupati ke DPD I Partai Golkar Sulsel untuk mendapingi Andi Ilham Zainuddin (AIZ) yang bakal maju di Pilkada Pangkep.
Tiga nama tersebut yaitu, mantan Sekda Pangkep Andi Yathrib, Ketua Tim Penggerak PKK Pangkep, Rismayani Syamsuddin dan istri mantan bupati Pangkep Syafruddin Nurul Jaman.
Hal itu diungkapkan, Andi Ilham Zainuddin (AIZ), yang merupakan bakal calon bupati Pangkep yang didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar Pangkep, Rahmat Nur beserta timnya. Ia mengatakan, pengusulan tiga nama tersebut berdasarkan beragam pertimbangan.
Nama Nurul Jaman merupakan nama baru yang muncul dalam perhelatan pilkada Pangkep 2020. Sebelumnya, Andi Yathrib disebut-sebut, bacalon Wabup yang terkuat. Namun munculnya nama Rismayani dan Nurul Jaman belakangan santer disebut yang akan jadi cawabup AIZ.
"Dari segi elektoral Ibu Nurul Jaman cukup bagus, posisinya melampaui banyak nama yang sudah bergerak. Padahal kita tahu beliau belum bergerak sama sekali," kata AIZ, di salahsatu cafe di Pangkajene, Senin (10/2/2020).
Wakil Ketua DPRD Pangkep ini menjelaskan, faktor elektoral sangat menentukan dalam penetapan cawabup. Ia mengatakan, pekan lalu DPD I Partai Golkar Sulsel telah meminta kepada Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin A Hamid untuk mengusulkan satu nama saja pendamping AIZ yang akan diteruskan ke DPP partai Golkar untuk penerbitan rekomendasi dukungan.
"Bapak Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep mengusulkan tiga nama ke provinsi. Nantilah kita tunggu sama-sama siapa nanti yang diusulkan ke DPP," jelasnya.
Untuk itu, survei yang sedang dilakukan DPD I Partai Golkar terhadap sejumlah nama yang dipasangkan dengannya akan sangat menentukan. Sebagai kader, ia menegaskan, menyerahkan sepenuhnya ke partainya siapa yang akan dipasangkan dengannya.
"Kita mau cari kemenangan, kalau dia menarik turun jangan dipakai, kalau naik pasti dipakai. Ini juga belum final, semua masih bisa terjadi. Yang pasti akan ada kejutan besar dalam waktu dekat ini," ucapnya. "Kita hanya mengusul. Biar kita mau wakil laki-laki kalau partai mau perempuan atau sebaliknya," ujarnya.