KabarGolkar.com- Isu yang berkembang, Rusli Prihatevi disebut bakal mencalonkan diri. Sebagai calon ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bogor, menggantikan Tauhid J Tagor. Namun belakangan ini terdengar ada enam kandidat siap bertarung merebut kursi panas partai Golkar.
Informasi menyebutkan, Rusli akan menggandeng Murtadho dan di proyeksikan sebagai sekretaris partai. Disebutkan pula, beberapa pemilik hak suara dalam Musda Partai Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat ini, sudah merapatkan barisan, untuk Musda tersebut.
Beberapa kader Golkar yang ditemui, menyebutkan diperkirakan akan muncul kuda hitam yang siap ngadu sperin, dalam pemilihan ketua DPD Partai Golkar. Namun sayangnya, beberapa kader tersebut masih merahasiakan siapa kuda hitam di maksud.
Informasi diperoleh, beberapa kader yang akan masuk dalam arena dan dapat mewarnai Musda disebutkan diantaranya Eka Wardana, Tauhid J Tagor, Dedie Rachim, Benninu Argubie, Heri Cahyono, Andi Iskandar. Kesemua nama tersebut, berpotensi sebagai kandidat ketua.
Wakil ketua satu Partai Golkar Andi Iskandar saat dihubungi mengatakan, Musda Golkar Kota Bogor, masih menunggu sinyal dari DPD partai Golkar Jawa Barat. Menurut Andi Golkar Jawa Barat tengah menyusun struktur kepengurusan hingga kini masih belum selesai.
“Saya belum tau pasti kapan Musda Kota Bogor dapat di gelar. Karena struktur kepengurusan DPD Jabar belum beres. Kita juga masih menunggu sinyal dari Jabar, kapan hari H-nya Musda Kota Bogor itu dilaksanakan,” tegas Andi.
Sementara anggota fraksi Partai Golkar, Oyok Sukradi saat diminta pendapatnya terkait Musda mengatakan, pihak tak bersedia mencalonkan atau dicalonkan. Dia menegaskan akan mendukung sepenuhnya kandidat terpilih.
Menurutnya, pihaknya akan mendukung siapa saja calon yang berniat ingin memajukan Golkar. Sebab katanya tantangan Kedepan semakin berat dan harus diantisipasi dari sekrang.
“Sebagai kader tidak mencalonkan, biarlah yang melenial saja yang akan maju jadi kandidat. Pada perinsipnya kita akan dukung siapun sebagai ketua,” tegas Oyok.
Namun saat di konfirmasikan pada Rusli Prihatevi di Fraksi Golkar di DPRD Kota Bogor untuk diminta pendapatnya terkait hal itu tak berhasil ditemui. [sumaterapost]